Serapan Anggaran Tidak Maksimal

Banjarmasin, KP – Penyerapan anggaran untuk pembangunan pada 2012 lalu dinilai tidak maksimal,
karena banyak program yang tidak bisa dijalankan sesuai rencana, baik melalui
APBN maupun APBD provinsi dan kabupaten/kota.
“Karena serapannya tidak maksimal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang semua
kepala daerah dan DPRD setempat,’’ kata Ketua DPRD Kalsel, Nasib Alamsyah
kepada wartawan, Rabu (30/1), di Banjarmasin.
Bahkan, pertemuan yang dihadiri beberapa Menteri Koordinator (Menko) juga memberikan penjelasan
kepada gubernur, bupati dan walikota se Indonesia untuk penggunaan anggaran
pembangunan.
“Salah satu alasan tidak terserapnya anggaran tersebut, dikarenakan kepala daerah takut mengeluarkan
kebijakan yang dapat berujung pada masalah hukum,’’ tegas politisi Partai
Golkar ini.
Hal ini dikarenakan administrasi pemerintahan memperbolehkan penggunaan anggaran pembangunan
tersebut, namun di sisi lain justru Badan Pemeriksa Keuangan (BKP) ataupun BPKP
melarang hal tersebut.
“Akhirnya kepala daerah takut mengeluarkan kebijakan dalam penggunaan anggaran yang bermasalah,’’
tambah Nasib Alamsyah.
Kondisi inilah yang menyebabkan anggaran pada 2012 lalu tidak terserap maksimal, dan
diharapkan tidak terulang lagi pada pelaksanaan pembangunan pada 2013 ini.
“Karena disayangkan anggaran yang disediakan untuk pembangunan tidak terserap maksimal,
akibat ketidakjelasan aturan tersebut,’’ ujarnya, pada pertemuan di Jakarta,
yang dihadiri BPKP dan KPK.
Selain itu, pertemuan
juga dalam rangka evaluasi pelaksanaan anggaran dan pembangunan 2012, mengingat
rata-rata serapan anggaran 2012  masih
belum maksimal atau tak ada yang mencapai 100 persen.
Akibat tidak
terserap anggaran pembangunan secara maksimal, maka perkiraan sisa lebih
perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2012 masih relatif besar.
Namun, Nasib
Alamsyah tidak menjelaskan penyerapan anggaran pembangunan di Kalsel pada 2012
lalu, namun mengharapkan agar realisasi tahun ini bisa lebih maksimal, sehingga
Silpa relative kecil, karena diperkirakan masih sebesar Rp1,1 miliar.
“Kita tidak
bangga dengan silpa yang besar, karena patut dipertanyakan, apakah
ketidakmampuan melaksanakan program atau faktor lain, termasuk kemampuan
melakukan efisiensi anggaran,’’ ujar Nasib Alamsyah.
Nasib Alamsyah mengakui,
akan bangga kalau pada pembahasan APBD perubahan nanti, jika ada penambahan
anggaran yang berasal dari kemampuan menggali sumber pendapatan baru, bukan
dari silpa yang besar.
Sementara APBD
Murni Kalsel 2012 hampir mencapai Rp4 triliun, dan sesudah mengalami perubahan
menjadi sekitar Rp4,5 triliun. Kemudian APBD Kalsel 2013 sekitar Rp4,5 triliun,
dan sesudah mengalami perubahan diperkirakan bisa tembus angka Rp5,5 triliun.

About these ads

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 17, 2013.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: