Embarkasi Syamsuddin Noor Terancam Dicabut

[]Dewan Desak
Perpanjangan Runway

Banjarmasin, KP –
Status embarkasi haji Bandara Syamsudddin Noor Banjarmasin terancam dicabut,
menyusul kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang hanya memperkenankan pesawat
berbadan lebar atau jumbo jet mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Bahkan kebijakan
yang diumumkan beberapa tahun lalu, akan mulai diberlakukan pada musim haji tahun
2013 ini, sehingga mengurangi kepadatan lalu lintas penerbangan, mengingat
pesawat haji yang mendarat minimal membawa 500 orang penumpang.
Kondisi ini
dipastikan sulit bagi Bandara Syamsuddin Noor mempertahankan statusnya sebagai
embarkasi haji, mengingat pesawat jenis Boeing 747 seri 300 berkapasitas 500
seat dipastikan tidak bisa mendarat, yang memerlukan runway minimal sekitar
3.500 meter, padahal panjang runway yang ada hanya 2.500 meter.
Menyikapi hal
ini, Ketua DPRD Kalsel, Nasib Alamsyah akan melakukan koordinasi dengan
Gubernur Kalsel, H Rudy Ariffin dan PT Angkasa Pura, agar status embarkasi haji
bisa dipertahankan.
“Kita minta agar
PT Angkasa Pura I melakukan perpanjangan runway dalam waktu dekat, sehingga
bisa didarati pesawat berbadan lebar,’’ kata Nasib Alamsyah kepada wartawan,
Jumat (8/2), di Banjarmasin.
Apalagi
perpanjangan runway yang diperlukan hanya sekitar 1.000 meter, sehingga
mencapai syarat yang diperlukan sepanjang 3.500 meter, yang menjadi
tanggungjawab PT Angkasa Pura I.
“Kita akan
dukung agar proses perpanjangan runway bisa dipercepat, terutama masalah
pembebasan lahan,’’ ujarnya, mengingat PT Angkasa Pura tidak diperkenankan lagi
mendapatkan investasi dari APBN maupun APBD.
Menurut Nasib
Alamsyah, perpanjangan runway ini merupakan prioritas, agar jemaah haji Kalsel tahun
ini tetap bisa diberangkatkan langsung dari Bandara Syamsuddin Noor.
“Karena
perjuangan menjadikan sebagai embarkasi haji cukup panjang, sehingga disayangkan
jika status embarkasi dicabut, hanya karena runway yang tidak memadai,’’ tambah
politisi Partai Golkar ini.
Nasib Alamsyah
mengakui, pesawat angkutan haji asal Kalsel menggunakan Boeing 767 dengan
kapasitas 325 orang penumpang, dan memerlukan transit di Batam untuk mengisi
bahan bakar, sebelum terbang ke King Abdul Aziz, Jeddah.
“Kalau pesawat
jumbo jet ini, tidak hanya mampu mengangkut penumpang lebih banyak, tetapi juga
bisa langsung terbang ke Jeddah tanpa harus transit mengisi bahan bakar,’’ ujar
Nasib Alamsyah.
Keuntungan
lainnya, dengan jumlah penumpang sekitar 500 orang sekali terbang, maka jumlah
kelompok terbang (kloter) bisa dikurangi, sehingga mempercepat proses
pemberangkatan ataupun pemulangan haji.

About these ads

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 17, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: