Pasar Wadai Beratap Rumbia Berdinding Tikar Purun

Pasar Wadai 2012

Banjarmasin, KP – Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Banjarmasin, Norhasan, memastikan, gelaran event pasar wadai atau Ramadhan Cake Fair 1433 Hijriah di kawasan siring Sudirman Banjarmasin ini, tidak akan menggunakan tenda milik sponsor tertentu. Sebab, pada tahun ini, desain lokasi pasar itu dibuat dengan ornament khas tradisional daerah setempat.

“Lihat saja, sekarang lokasi itu dibuat dengan menggunakan atap terbuat dari daun Rumbia,ujarnya, kepada wartawan, Kamis (12/7).

Menurut dia, kendati tanpa menggunakan tenda sponsor, namun pihaknya tetap mengizinkan salah satu sponsor yakni Bank Kalsel, untuk pembuatan dan mendisaian pintu gerbang masuk dan keluar lokasi pasar tersebut. “Tetapi itu dibagian gerbangnya saja, kalau tenda kita tidak gunakan lagi,” imbuhnya.

Dikatakan Hasan, meski tanpa tenda, namun pihaknya akan tetap memfasilitasi para PKL yang akan berjualan dilokasi tersebut. “PKL itu selain 140 pedagang wadai, yang sudah terdaftar,” jelasnya.

Disamping itu sambungnya, untuk pagelaran hiburan, seperti tahun sebelumnya juga akan digelar dilokasi pasar tahunan tersebut. Nuansa hiburan yang akan diusung juga tetap bernuansakan islami, baik pagelaran musik tari dan sebagainya. “Nanti ada Sinuman Hadrah, juga musik-musik islami, lengkap dengan panggung,” ucapnya.

Sebelumnya, jalan Sudirman, tahun ini kembali menjadi tempat digelarnya event tahunan Pasar Wadai  Ramadhan 1433 Hijriah. Pembangunan lapak pedagang pun sudah dimulai di sepanjang jalan depan kantor Gubernur Kalsel itu.

Sekitar 140 buah lapak akan dibangun di sepanjang jalan itu oleh Persatuan pedagang pasar wadai Ramadhan yang biasa setiap tahun mengisi stan di sana. Sementara, Pemko Banjarmasin  hanya akan menjadi pasilitator bagi sarana lain di lokasi pasar itu, seperti pembangunan gapura atau pintu masuk selamat datang. “Termasuk juga membangunkan sambungan air PDAM di sana,” ucap Hasan.

Diperkirakan, satu lapaknya pasar wadai Ramadhan di jalan Sudirman itu sekitar Rp 600 ribu. “Itu sudah termasuk retribusi kebersihan, keamanan, air bersih, dan listrik selama satu bulan di sana,” ungkapnya.

Menurut Norhasan, penataan pedagang kaki lima juga akan dimaksimalkan nantinya di sana. “Untuk PKL akan diberikan lokasi khusus, supaya tertib,” katanya. Termasuk parkir, sambungnya, juga akan dikelola dengan sebaik-baiknya, nanti yang dikerjasamakan dengan sejumlah pihak. “Mungkin tidak jauh beda dengan tahun lalu,” paparnya.(vin)

About these ads

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Juli 13, 2012.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: