Banjarmasin Peringkat Satu Tanamkan Modal di Bank Kalsel
[] ATM Terus di Tambah
Banjarmasin, KP – Upaya Walikota Banjarmasin H Muhidin untuk merubah
kebijaksaan di era kepemimpinanya, memang tidak tanggung-tanggung.
Bahkan Ketua DPD PAN Kalsel ini saat memasuki jabatan tahun kedua
memimpin kota seribu sungai ini terus melakukan gerakan perubahan.
Salah satu bentuk kebijasanaannya, Pemko Banjarmasin mampu menempati
peringkat pertama dalam melakukan penyertaan modal di Bank Kalsel
dibanding 13 Kabupaten Kota se Kalsel, setelah menyertakan tambahan
model sebesar Rp10 Miliar pada tahun 2011 kemarin.
Namun jika dibandingkan dengan penyertaan modal pemerintah Propinsi
Kalsel, Pemko Banjarmasin masih menduduki peringkat kedua, karena
sampai sekarang ini pemegang saham mayoritas masih dipegang oleh
Pemerintah Propinsi Kalsel.
Kepala Devisi Dana Jasa Bank Kalsel H Ardiansyah saat dikonfrmasin
{[KP]}, Rabu (4/1) membenarkan kalau sampai sekarang Pemko menduduki
peringat kedua setelah Propinsi Kalsel dalam penyertaan modal ke Bank
Kalsel.
“Alhamdulilah memang Pemko Banjarmasin di era kepemimpinan Pak
Walikota H Muhidin sudah menambah penyertaan modal di Bank Kalsel
sehingga total seluruhnya mencapai sebesar Rp38 Miliar dari modal
sebelumnya,’’ungkap mantan Kepala Cabang Bank Kalsel Cabang Utama
Banjarmasin ini.
Dengan ditambahnya penyertaan modal dari Pemko Banjarmasin ke Bank
Kalsel ini, menurut Ardiansyah, pihak Bank Kalsel mengucapkan terima
kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Karena bagaimanapun juga
dengan tambahan penyertaan modal ini akan memperlancar usaha di jasa
perkreditan bagi warga Banua.
Walikota H Muhidin saat dikonfirmasi soal penambahan penyertaan modal
membenarkan dan langkah yang dilakukan hanya untuk mencari tambahan
pendapatan untuk daerah Kota yang selama ini memang terus meningkat.
“Ada peluang bagus mengapa tak dimanfaatkan, sehingga kita sama-sama
ikut menambahkan ke Bank Kalsel,’’ungap Muhidin.
{[Tambah ATM]}
Khusus untuk meningkatkan pelayanan dan menambah jaringan, Bank Kalsel
di Pemko juga akan ditingkatkan pelayanan untuk bisa memberikan
pelayanan surat perintah bayar (SPU).
“Status kantornya masih kas pembantu hanya ditingkatkan pelayanan
untuk memberikan layanan surat perintah bayar sehingga tak perlu lagi
antri di kantor cabang,’’ucap Kepala Devisi Perencanaan Bank Kalsel
Fauzan.
Selain itu Bank Kalsel juga akan menambah 36 unit Anjungan Tunai
Mandiri (ATM) di seluruh Kalsel yang pada akhir tahun 2011 sebanyak 53
ATM dengan ditambah 36 sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan
lagi.
“Ya kita berharap ATM Bank Kalsel seluruhnya bisa memberikan layanan
yang baik dan tak ada yang trabel, karena memang sebagai Banknya orang
banua ingin memberikan pelayanan yang terbaik,’ucap Fauzan yang
didampingi Humas Bank Kalsel Ririn.
Khusus ATM di Kantor Pusat Jalan Lambung Mangkurat yang tertutup
karena ada perbaikan, menurut Fauzan, pihak Bank Kalsel meminta maaf
dan diharapkan bisa memanfaatkan ATM lain yang terdekat seperti di
lokasi areal Pemko Banjarmasin.(vin)





