Relokasi Pedagang Ayam Kembali Molor

walikota Banjarmasin H Muhidin saat meninjau Pasar Ayam di BIIM

[] Saat Tinjau Pasar Ayam Walikota Bersin-Bersin

Banjarmasin, KP – Rencana relokasi sejumlah pedagang dan pengusaha penampungan ayam di Kota Banjarmasin, Rabu (14/12) kemarin ternyata tertunda lagi. Oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, kembali dijaduwalkan batas akhir reloasi pemotongan unggas dilakukan  21 Desember mendatang.

“Terus terang kita hanya ingin menghela nafas dulu, dan tidak melakukan penundaan kembali untuk relokasi pedagang unggas yang sudah disediaan Rumah Potong Unggas satu kawasan di Basirih. Dengan begitu apel siaga pada hari ini, saya bubarkan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Ir H Doyo Pudjadi saat memimpin apel pasukan, di halaman Pemko Banjarmasin, Rabu (14/120

Pertimbangan penundaan pedagang ayam, menurut Doyo Pudjadi, karena sampai searang sarana dan prasana yang diinginan pedagang belum siap. Dengan begitu proses relokasi penampungan ayam kembali harus dijadwalkan ulang, dikarenakan persoalan adanya kelompok pedagang ayam yang beraktivitas dilingkungan masyarakat dan perumahan, ternyata belum sepenuhnya ayah mereka belum bisa ditampung.

Disisi lain ada pula yang beraktivitas berupa tempat pemotongan yang ada dipasar. “Dua perbedaan inilah yang menyebabkan, kita kembali memberikan toleransi sekaligus membantah kalau relokasi pedagang ayam bukan gagal tetapi dijadulkan ulang kembali,”ujar  kepada {{wartawan}} yang meminta  pengertiannya ada sejumlah pekerjaan teknis yang memang belum bisa dilaksanakan.

Selanjutnya, pihaknya tidak ingin melakukan relokasi hanya kepada salah satu kelompok yang ada tersebut. Namun kegiatan penjaualan yang dilakukan dalam rangka memantapkan dan meminimilisir, kemungkinan resiko yang akan terjadi.

Doyo juga mengatakan memang Walikota Banjarmasin H Muhidin telah beberapa kali menegaskan, bahwa pada tanggal 21 Desember seperti yang dijadwalkan itu, pihaknya tidak akan melakukan penundaan lagi. “Apapun alasannya, harus pada bulan Desember ini juga,” bebernya Doyo yang akan mengerahkan segala kekuatan supaya pedagang unggas ini bisa dipindahkan Basirih Banjarmasin.

Disamping itu paparnya, persiapan kandang yang dilakukan di tempat rumah potong hewan Jalan  Mantuil Basirih Banjarmasin, oleh pedagang kembali harus ditata menggunakan sekat atau pembatas dari bamboo supaya kondisi kandang yang disiapkan, tidak menghambat aktivitas mereka.

Jadi, katanya, hal inilah yang sekarang masih dilaukan persiapan agar ayam tidak menjadi satu. Karena pemiliknya setiap pedagang berbeda-beda dan sekarang ini diharapkan secepatnya bisa ditempati.

{[Bau Menyengat]}

Walikota Banjarmasin H Muhidin, saat meninjau salah satu lokasi pasar dan penampungan ayam, di Pasar BIM Banjarmasin, yang lokasinya 50 Meter dari Pemko Banjarmasin langsung bersin-bersin, maklum selain kondisinya  nampak sangat kurang nyaman dan tampak kumuh.

Padahal, bangunan Pasar yang cukup representatip, tampak kurang tertata dan acak-acakan sehingga kondisinya tampak kumuh serta bau kurang sedap menyenyat saat memasuki lokasi Pedagang Ayam di Pusat Kandang Ayam di Pasar BIM Kota Banjarmasin ini.

Bahkan Walikota H Muhidin begitu masuk langsung bersih-bersin sehingga setiba keluar Pasar Ayam langsung mendukung dan setuju kalau pemotongan unggas di pindahkan ke Basirih Banjarmasin agar kota Banjaramsin bersih dengan kandang-kandang ayam yang ada acak-acakan dan menekan udara yang tidak baik dilokasi tersebut.

Bahkan, katannya, kalau memang benar-benar harus ditata dan direlokasi, supaya disana bersih harus diberlakukan semua dan semua pedagang harus dipindahkan di lokasi Basirih sehingga kota Banjarmasin bersih dari ternak unggas.

Sebelumnya, sejak pukul 14.00 Wita, Rabu (14/12) kemarin, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, memastikan sudah memulai proses pemindahan seluruh tempat penampungan ayam yang tersebar dibeberapa titik di Kota Banjarmasin, ke tempat penampungan dan pemotongan unggas di Jalan Mantuil Basirih Banjarmasin.

Namun tiba-tiba proses pemindahan atau relokasi itu, yang akan dibantu sejumlah aparat gabungan terdiri dari petugas Dishubkominfo, Kepolisian, Satpol-PP, Kodim serta Koramil setempat yang mencapai lebih dari 30 orang, ditunda lagi karena lokasi tempat pemundahan harus dimandatkan lagi sesuai permintaan pedagang.(vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Desember 15, 2011.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.