Pemko Minta Tunda Penarikan Subsidi Mitan
Banjarmasin, KP – Menyusul ditariknya 50 persen subsidi minyak tanah (Mitan) kepada masyarakat kota Banjarma oleh PT Pertamina belakangan ini trernyata mulai berdampak harga minyak tanah di pasaran sekarang itu bergejolak terus meningkat.
Dengan kondisi tersebut diharapkan Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk melayangkan surat permohonan kembali agar sisa 50 persen subsidi Mitan ditunda penghapusannya pada akhir tahun ini.
Karena sejak dilakukannya konversi minyak tanah kegas LPG, PT Pertamina melakukan penarikan subsidi minyak tanah pada Oktober lalu untuk kouta Kota Banjarmasin sebesar 50 persen.
Bahkan rencananya, pengurangan hingga 100 persen akan dilakukan PT Pertamina kembali secara bertahap hingga akhir tahun ini, yakni, sebesar 25 persen November ini, dan 25 persennya September nanti.
“Saat ini kita sudah mengonsep surat dalam waktu dekat ini akan layangkan kepihak Pertamina agar rencana pengurangan subsidi minyak tanah hingga habis tahun ini ditunda,” ujar Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdako Banjaramsin Drs H Bambang Budianto MSi kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, Selasa (8/11).
Bahkan, ujar Ketua Satgas Minyak Tanah kegas LPG Kota Banjarmasin, bahwa Pemko akan mengusulkan kepada pihak Pertamina untuk melakukan pengurangan subsidi Mitan, secara bertahap hingga 2012 nanti.
Jadi, katanya, dengan rincian pengurangan di bulan November ini sebesar 15 persen saja dan September juga sama. Baru kemudian 20 persennya dibagi masing-masing pada Januari sebesar 10 persen dan Pebruari sebesar 10 persen.
“Permohonan kita ini diharapkan bisa disetujui saja oleh pihak Pertamina, sebab, selalu menyetujui saja keinginan Pemko karena paham dengan kondisi yang ada sekarang,” ucapnya.
Apalagi, ujarnya, kondisi sekarang mengharuskan Pemko untuk meminta penundaan penghapusan subsidi Mitan secara keseluruhan tahun ini karena konversi tahap III minyak tanah kegas LPG gagal dilakukan tahun ini, sehingga rencananya 2012 ini konversi tahap III tersebut baru bisa dilakukan.
Bahkan gagalnya Banjarmasin mendapat tambahan kuota konversi minyak tanah kegas LPG ini juga sebelumnya diungkapkan Kabag Ekonomi Sekdako Banjarmasin H Markusin. “Konversi tahap III tidak bisa dilakukan tahun ini, usulan Dirjen Migas menambah kuota paket tabung gas pada APBN perubahan 2011 ini sebanyak 4,5 juta buah, termasuk untuk Kalsel, tidak disetujui DPR RI,” ujarnya.
Namun, belum disetujuinya bukan berarti tidak ditolak tetapi semua rencana di full sekalian pada 2012 nanti bersama kabupaten dan kota yang belum mendapatkan program konversi tersebut,.
Ia juga mengatakan Banjarmasin pada konversi tahap III ini, mengajukan permohonan sebanyak 7-10 ribu paket tabung gas LPG kepada Dirjen Migas dan data tersebut sesuai dengan data kependudukan kita yang belum sempat mendapatkan pada konversi tahap I dan II kemarin.
Khusus mencakup gejolak melonjaknya harga minyak tanah yang sudah di pasaran saat ini akibat sudah diberlakukannya program konversi yang mengusulkan kembali kepada pihak Dirjen Migas agar penarikan subsidi disesuaikan dengan kondisi saat ini yang belum keseluruhannya warga mendapatkan LPG dengan gagalnya tahun ini konversi tahap III. (vin)





