Makam Pahlawan Nasional Hasan Basri Terabaikan
Banjarmasin, KP – Mantan Gubernur Kalsel HM Said meminta instansi yang berwenang jangan sampai melupakan makam pahlawan pejuang nasional KH Hasan Basri, yang terletak di Landasan Ulin, yang selama ini terkesan terabaikan dan kurang terawat.
Padahal Kalsel hanya memiliki dua Pahlawan Nasional, masing-masng KH Hasan Basri dan Pahlawan Nasional Pangeran Antasari, sehingga diharapkan makamnya kalau malam jangan sampai gelap gulita sehingga terkadang untuk tempat muda-mudi berkencan sehingga kurang enak dipandang mata.
Padahal perjuangan kedua tokoh Nasional ini, bukan saja tauladan tetapi juga fugur dan contoh dengan kegigihan almarhum, yang berani berjuang dalam mempertahankan negeri ini kerap sekali mendapatkan kunjungan masyarakat dari bebagai daerah.
Dengan begitu, ujar mantan anggota DPD Kalsel ini, jika makamnya kurang terawat dan terkesan menakutkan apakah Kalsel ngak malu jika makam pahwalan yang selama ini mendapatkan pujian dan kunjungan baik tamu, dari manca daerah dan pelajar, kondisinya makamnya gelap pada malam hari dan kanan kiri ditumbuhi rumput sehingga kurang tertata dengan baik.
“Saya hargai pemugaran yang dilakukan makam Pahlawan Nasional, Makam Pangeran Antasari tetapi juga diharapkan supaya dilakukan perbaikan dan renovasi makam Pahlawan Nasional KH Hasan Basri,’’ucap putra asli Kandangan ini.
Selain itu, ujar Said, dalam ajaran mantan Presiden Soekarna bahwa bangsa yang besar adalah banga yang menghargai jasa para pahlawannya dan bentuk penghargaan memang bermacam-macam. Namun jika makamnya saja kurang menarik, bagaimana para pelajar khususnya para khawula muda untuk bisa melakukan kunjungan agar mudah mengingatnya.
“Terus terang kami sangat prihatin dengan kondisi saat ini selain sudah sepuluh tahun lebih makan pahlawan tak ada perbaikan atau pemugaran juga semakin lama untuk bisa berkunjung semakin menakutkan,’’ucap HM Said yang mengaku cukup sedih.
Ia juga mengaku iri manakala berkunjung ke luar negeri banyak makam pahlawan yang mendapatkan kunjungan sabagai objek wisata. “Inilah yang belum dimiliki Kalsel sehingga kedepan sebagai tantangan, karena sekarang ini banyak pelajar juga kurang mengetahui pahlawan kira termasuk makamnya,’’ujar Said.
Untuk itulah, kedepan supaya pemerintah atau instansi yang berwenang berharap lebih peka dan bisa memperhatikan makam maupun mengedepankan juga sejarah perjuangan para pahlawan dan jika perlu disisipkan para pendidik, bangsa yang besar tentu saja jangan sampai melupakan sejerah apalagai mengabaikannya.(vin)





