Listrik Kembali Byar Pet

Banjarmasin, KP – Kondisi listrik di wilayah Kalsel kembali mengalami byar pet dalam sepekan terakhir, padahal PLN selaku penyedia listrik bagi masyarakat telah menjanjikan tidak ada lagi pemadaman listrik.
Namun kenyataannya, hampir setiap hari masyarakat merasakan padamnya aliran listrik, tanpa adanya pemberitahuan, terutama di kawasan Banjarmasin, baik pagi, siang ataupun malam hari, walaupun waktunya cukup singkat.
Kondisi ini jelas sangat disayangkan anggota Komisi III DPRD Kalsel, M Husaini, yang merasa terganggu dengan padamnya aliran listrik tersebut, apalagi tidak ada pemberitahuan dari PLN.
“Jelas ini sangat mengganggu, karena listrik tiba-tiba padam, dan masyarakat tidak diberitahu sejak awal untuk mempersiapkan adanya pemadaman tersebut,’’ ungkap anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat ini.
Menurut Husaini, hal ini perlu penjelasan dari PLN, karena untuk kesekian kalinya perusahaan listrik ini menjanjikan tidak ada pemadaman aliran listrik, namun sampai sekarang masih belum terpenuhi.
“Hanya pada bulan Ramadhan lalu, PLN tidak melakukan pemadaman, sedangkan sekarang kembali byar pet,’’ jelas Husaini.
Husaini mengakui, Komisi III telah berulang kali memanggil PLN untuk memberikan penjelasan mengenai pemadaman aliran listrik, namun tidak juga memberikan hasil yang optimal, karena pemadaman masih terjadi.
“Kita juga bingung mau bagaimana lagi, karena sudah dipanggil, diberikan saran dan lainnya, namun pemadaman masih terjadi juga,’’ kata Sekretaris DPW Partai Demokrat yang baru.
Diakui, PLN memang selalu memberikan alasan krisis listrik, mengingat pasokan listrik hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan jika ada pembangkit yang rusak, terpaksa dilakukan pemadaman bergiliran.
“Nanti, setelah PLTU unit 3 dan 4 selesai, barulah krisis listrik berakhir dengan masuknya 2 x 65 MW,’’ tambah Husaini.
Namun rencananya penyelesaian PLTU unit 3 dan 4 ini justru molor dari target, yang semula selesai pada Juli 2011, namun molor hingga Oktober 2011 ini, bahkan diperkirakan baru bisa masuk sistem pada Nopember mendatang.
“Ini pun bisa molor lagi, karena PLN masih terkendala teknisi untuk pengoperasikan PLTU Asam-asam unit 3 tersebut,’’ katanya.
Kendati demikian, tertundanya penyelesaian pembangkit unit 3 dan 4 ini berdampak pada program pemerintah, khususnya sejuta sambungan baru listrik bagi masyarakat, termasuk menambah daya listrik.
“Listriknya saja belum cukup, malah ditambah lagi pemasangan baru, sehingga byar pet semakin sering terjadi,’’ jelas Husaini.
Apalagi kondisi ini diperparah dengan turunnya debit air di PLTA Riam Kanan, sehingga turbin tidak bisa diopersionalkan maksimal sesuai kapasitas 3 x 10 MW. (lyn)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 21, 2011.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.