Banjarmasin Jadi Pilot Project Penanggulangan Kebakaran

Banjarmasin, KP – Kota Banjarmasin akan dijadikan pilot project atau percontohan penanggulangan kebakaran di wilayah Kalsel, mengingat tingginya kejadian kebakaran di ibukota provinsi ini.
“Banjarmasin akan kita jadikan percontohan penanggulangan bencana kebakaran,’’ kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, H Mansyah Sabri kepada wartawan, Selasa (17/10), di Banjarmasin.
Hal ini dikarenakan kejadian kebakaran sangat tinggi di kawasan perkotaan, bahkan sejak Januari hingga Oktober 2011 ini, tercatat sebanyak 87 kali kebakaran, atau tiga kali sehari.
“Jumlah ini kan sangat besar, dan sangat merugikan masyarakat yang menjadi korban kebakaran tersebut,’’ kata anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini.
Apalagi, penyebab kejadian kebakaran ini didominasi akibat listrik mencapai 90 persen, seperti konselting listrik arus pendek dan lainnya, termasuk kelalaian warga yang menggunakan lilin, lampu templok dan lainnya.
“Tetapi pada dasarnya, karena adanya pemadaman aliran listrik, maka masyarakat menggunakan sumber penerangan lain, yang justru menyebabkan terjadinya kebakaran,’’ jelas Mansyah Sabri.
Untuk itu, penanggulangan kebakaran ini akan melibatkan seluruh masyarakat, termasuk instansi terkait, seperti PLN yang berkaitan langsung dengan penyediaan aliran listrik.
“Nanti kita akan panggil semuanya secara bertahap, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PLN, instalatir listrik dan lainnya,’’ tambah Sekretaris Fraksi Partai Golkar.
Menurut Mansyah Sabri, konsep penanggulangan kebakaran ini bukan sekedar upaya memadamkan kejadian kebakaran, namun lebih pada upaya pencegahan, agar kebakaran tidak terjadi.
“Jadi kita akan mencegah terjadinya kebakaran, sehingga bisa meminimalisir kejadian bencana tersebut, termasuk kerugian yang dialami masyarakat,’’ ujar Mansyah Sabri.
Mansyah Sabri mengungkapkan, kejadian kebakaran di Banjarmasin ini bukanlah hal yang baru, bahkan sudah puluhan tahun kondisinya tidak mengalami perbaikan, mengingat kebakaran masih terus terjadi.
“Masa dari puluhan tahun lalu, masalah ini tidak bisa teratasi, karena kebakaran masih terjadi,’’ ungkapnya, walaupun Banjarmasin mendapatkan prestasi sebagai daerah yang memiliki BPK terbanyak di Indonesia, bahkan mampu memecahkan rekor MURI.
Jika memang harus dilakukan pembenahan menyeluruh, termasuk instalasi listrik dalam rumah, maka ini harus direalisasikan, agar tidak lagi menyebabkan kebakaran, termasuk kesiapan warga mencegah terjadinya kebakaran. (lyn)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 21, 2011.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.