Raja Banua ‘Restui’ Perpustakaan Jadi Rumah Raja Banjar

{] Proses Rumah Dinas Walikota di Meja DPR

Banjarmasin, KP – Gubernur H Rudy Ariffin yang disebut sebagai  {{Raja Banua}}, pada pucak peringatan Hari Jadi Kota Banjaramsin yang ke 485, sudah memerikan persetujuan atas {{ ruislag}} kantor perpustakan di jalan Kapten Piere Tendean Banjarmasin untuk dibangun rumah dinas yang menghadap sungai.
Namun untuk proses selanjutnya, tentunya harus ada persetujuan DPPRD Kalsel, karena mencakup {{ruislag}}, atau pelepasan hak tentunya, sekarang ini tinggal menunggu persetujuan DPRD Kalsel Banjarmasin.
Tetapi untuk Kantor Gubernur yang ditinggalkan sehubungan pindah ke Banjarbaru, belum bisa diberikan. “Saya rasa satu-satu dulu, lahan rumah dulu, nanti kalau Kantor Diberi juga, bisa jadi Raja Banua pulang beojek,’’kata sebutan Gubernur H Rudy Arifin yang disebut Raja Banua , pada acara Puncak Peringatan Hari Jadi Kota Banjaramsin yang ke 485, di halaman Pemko Banjarmasin, Sabtu (24/9).
tetapi yang penting untuk lokasi {{rumah raja}}, secara langsung sudah diserahkan.
Jadi, karanya, sekaran silah silahkan prosesnya ditindaklanjuti yang sudah ke DPRD Kalsel, karena pada prinsipnya Pemerintah Propinsi sangat setuju dan mendukun upaya, Pemerintah Kota membangun rumah Banjar yang menghadap Sungai. “Kita tak ada niatan untuk menghambat atau menghalang-halangi, sebab pelepasan hak ini harus pakai proses,’’unkap Raja Banua yang meminta Raja Banjar untuk bersabar dan menindaklanjuti proses tersebut.
Dihadapan pejabat Tk I dan Tk II juga anggota DPRD Kota Banjarmasin, Gubernur yang sebelumnya dianggap  kontra dengan Walikota Banjarmasin ini, juga dalam acara tersebut tampak lebih mesra dan dalam acara percakapan, manakala bersama-sama memainkan peranan Mamanda.
Bahkan Gubernur yang  mendapatkan julukan Raja Banua, juga  memuji kinerja PDAM serta aparatur yang lainnya, tetapi yang paling penting diharapkan kinerja yang sudah baik dan pelayanan kesehatan yang masih membutuhkan perhatian ini, diharapkan tetap menjadi perhatian.
Ditanya mengapa kantor Gubernur tak diberikan atau ditukar gulung dengan Pemko sertelah ditinggalkan, menurut Gubernur tentunya semua pakai proses, karena untuk melakukan pelepasan aset ini harus ada persetujuan dari DPRD Kalsel, demikian sebaliknya.
Gubernur sebelum memasuki mobilnya juga mengatakan, proses persetujuan pelepasan hak ini memang harus ada prosedur. Pemko tidak hanya mendapatkan persetujuan dari Gubernur namun juga harus ada persetujuan dari DPRD Provinsi.
“ Jadi kalau masih belum kepastian, bisa saja di su’uk,(dijanguki), “canda Raja Banua sambil meliruik Raja Banjar Walikota H Muhidin.
Khusus mengenai, kantor Pemprop yang nentinya dipindah ke Banjarbaru, Rudi mengaku belum bisa memberikannya. Selain sudah ketetapan perundang-undangan, saat ini secara keseluruhan SKPD di lingkungan pemprop juga belum pindah seluruhnya.
“Kalau saat ini baru beberapa saja, sehingga tidak bisa juga langsung serahkan, tetap harus ada prosedur dan juga sesuai denan aturannya,”ungkap Gubernur saat memberikan sambutan.
Dikatakannya, melalui undang-undang pembentukan prop[insi Kalsel bahwa ibukota tetap di Banjarmasin, sehingga meskipun pindah kantor ke Banjarbaru, kantor Gubernur tetap di tempatkan di ibukotanya.
``Jadi karena Banjarmasin merupakan ibukota maka di Banjarmasin harus tetap ada kantor Gubernur, sebagai perlambang bahwa Ibukota tersebut tetap di Banjarmasin, jadi saya harap maklumi bersama,”ucap  Gubernur..
Meski demikian, Gubernur Rudi mengaku bahwa segala pembangunan di Banjarmasin tetap menjadi perhatiannya Pemrop dengan tujuan agar masyarakat Banjarmasin merasa nyaman, aman dan sejatera.
Pada kesempatan itu, Rudi berharap kota Banjarmasin tidak hanya mencanangkan 1000 sungai, namun juga diiringi dengan 1000 langgar atau mesjid di Banjarmasin. Dengan beitu untuk pendidikan di Banjarmasin sudah cukup maju. Mulai dari tingkat {{play group}} hingga berbagai Perguruan tinggi. Untuk Kesehatan Banjarmasin baru memiliki tiga rumah sakit rujukan yakni RS Ulin Banjarmasin, RS Anshari Saleh dan RS Sambang Lihum dibawah bimbingan Pemprop.
Raja Banjar yan juga Walikota H Muhidin dengan sudah ada kepastian dukungan dari Gubernur mengaku lega. Namun pihaknya berharap dengan para wakil rakyat yang duduk di DPRD Propinsi meminta supaya membantu memproses karena untuk kepentinan pembangunan perubahan wajah kota Banjarmasin.
``Kita terima kasih dengan dukungan ini, namun saya berharap seceparnya proses di DPRD Kalsel bisa dibantu supaya lebih cepat,’’ungkap Muhidin yang juga mantan anggota DPRD Kalsel ini.
{[Meriah]}
Pucak peringatan Hari Jadi Kota Banjaramsin yang berlangsung sejak pagi hingga Sabtu Tengah Hari berlansung meriah. Bahkan Raja Banjarpun menuju lokasi pucak peringatan Hari Jadi dengan mengunakan kapal dari depan {{Swis Bell}} menyusuri Sungai menuju Balaikota yang sempat ditunggu Raja Banua yang lebih awal dibandin Raja Banjar.
Namun kedatanangan Raja Banua yang hanya disambut Sekda baru datang Raja Banjar tersebut, sempat membuat panic para pejabat Pemko, namun dengan gaya khas Raja Banjar akhirnya memecahkan susasana peringatan Hari Jadi Kota yang disetin dengan mengangkat gaya Kerajaan.
Namun sampai acara berakhir pada puncak kegiatan Hari Jadi Kota tersebut tak dihadiri satupun mantan Walikota Banjarmasin termasuk H Yudhi Wahyuni, juga ikut absent yang sebelumnya dikabarkan akan datang pada acara pucak peringatan hari jadi kota.(vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada September 27, 2011.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.