Tim Gabungan Sidak Kestabilitas Harga Sembako Jelang Ramadhan

Banjarmasin, KP – Menjelang bulan Ramadhan 1432 H yang kurang lima hari lagi, tim gabungan Pemerintah Kota Banjarmasin, melakukan inspeksi mendadak (sidak), guna   menjaga stabilitas dan menjamin ketersediaan sembilan bahan pokok yang ada di pasaran.
Kegiatan sidak tim gabungan yang dipimpin Kabag Ekonomi Pemko Banjarmasin Drs H Markusin tersebut memilih sampel tiga sampel lokasi pasar, di kota Banjarmasin yang meliputi Pasar Teluk Dalam Muara Banjaramsin, Pasar Belitung, dan Pasar Kalindo.
“Sidak kali ini diharapkan juga untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok serta peredaran barang-barang kebutuhan pokok agar dalam menjaga bahan makanan tidak kedaluarsa dan dijamin badan resemi,’’ungkap Kepala Bagian Ekonomi Pemko Banjarmasin, H Markusin Noor, kepad {{ wartawan}}, Selasa (26/7).
Didampingi  bagian Pemeriksaan dan Penyidikan B-POM Kalsel, Tri Wandiro, Dinas Kesehatan, Disperindag, Dinas Pertanian, yang di bantu aparat Kepolisian Polresta Banjarmasin, Markusin mengatakan (sidak) yang dilakukan diharapkan bisa melakukan pengawasan sekaligus memantau stabilitas harga dipasaran, ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako), serta peredaran bahan makanan kadaluarsa dan tidak terregistrasi oleh badan resmi.
Usai melakukan sedan di tiga pasar Tradisional Teluk Dalam, Kalindo (jalan Belitung), serta mini market Olivia (Belitung), petugas gabungan tidak menemukan bahan makanan atau sembako yang kadaluarsa maupun tidak layak konsumsi.
“Sidak ini sengaja dan kegiatan rutin yang dilakukan bersama terutama menjelang Ramadhan, untuk menjaga stabilitas harga, ketersediaan sembako, serta pengecekan terhadap bahan makanan yang tidak terregestrasi dan kadaluarsa,” ujar Markusin.
Bahkan, menurutnya, sejauh ini dari hasil pantauan sidak yang dilakukan, dari stabilitas harga masih relative normal. Kendati ada kenaikan, namun masih cukup signifikan dan sama sekali tak memberatkan konsumen.
“Kita tidak ingin konsumen tak dirugikan akibat ulah para spekulan yang sengaja menarik keuntungan lebih, terutama menjelang Ramadhan nanti, apalagi sampai memperjual belikan barang tidak layak konsumsi dan kadaluarsa,” katanya.
Dikatakannya, seperti harga daging sapi, saat ini kenaikannya masih relative sedang yakni dari semula harga Rp67.000 menjadi Rp70.000 perkilo gram, begitu juga daging ayam naik sekitar Rp1000 hingga Rp2000 perkilo gram, sedangkan untuk bahan rempah-rempah seperti bawang merah dan putih, tidak mengalami kenaikan.
Bahkan, katanya, waklaupun sekarang masih belum terlalu naik, tapi tidak menutup kemungkinan pada Ramadhan dan menjelang lebaran, akan ada kenaikan yang cukup tinggi,
Sementara, bagian Pemeriksaan dan Penyidikan B-POM Kalsel, Tri Wandiro menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menemukan bahan makan yang diperdagangkan, yang terindikasi berbahaya, kadaluarsa dan tidak terregestrasi.
“Jadi semuanya relative aman, meski demikian pembeli tetap harus berhati-hati dalam membeli bahan Sembako,” demikian ungkap Tri Wandiro.(vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Juli 29, 2011.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.