Pemko ‘Gagal’ Dapat Kucuran Dana Siring dari Pusat
Banjarmasin, KP – Pihak Dinas Pengelolaan Sungai dan Drainase memastikan, dalam melanjutkan pembangunan Siring Peire Tendehan dipastkan tak bisa diselesaikan pada tahun ini. Karena sampai sekarang Pemerintah Kota Banjarmasin belum mendapatkan kucuran dana penyelesaikan pembangunan proyek siring yang sebelumnya memang dibiayai oleh pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pengelolaan Sungai dan Drainase Ir H Muryanta yang dikonfirmasi {[wartawan]}, Selasa (26/7) tak membantah. Ia juga mengakui memang untuk menyeleasain siring tersebut, diperlukan jumlah anggaran dana yang cukup besar sekitar sekitar Rp500 Miliar.
Namun, ujarna, hingga sekarang anggaran yang diperlukan tersebut, termasuk untuk melakukan finishing siring yang pada tahun 2010 sudah dkerjakan, hingga saat ini belum ada jawaban, padahal dana tersebut sangat diperklukan untuk membuat beberapa dermnaga pelabuha nsebagai sarana fasilitas siring tersebut.
“Memang kalau dihitung secara total anggaran yang diperlukan sekitar Rp 500 miliaran, namun kita bangun secara bertahap sesuai dengan anggaran yang diperbantukan, saa berharap kalau tahun ini gagal tahun depan mudahan mendapatkan kucuran yang cukup besar,”ungkap Muryanta.
Selain itu, jelas Muryanta, dari anggaran tersebut pihaknya juga masih perlu melanjutkan proyek hingga pembangunan siring tersebut menyatu dengan dua jembatan utama yakni jembatan Merdeka dan jembatan pasar lama.
Jadi, kaanya, untuk menyatukan dua jembatan tersebut, pihaknya harus menyelesaikan 4 Kilometer lagi pembangunan siring tersebut.“ Kalau saat ini progres kita baru sekitar ¼ persennya saja dengan anggaran sebesar Rp 4 miliar, atau baru 1 Kilometer saja, sedangkan yang perlu diselesaikan masih 4 kilometer lagi,”papar Muryanta.
Namun, ujarnya, pihaknya pun terus mengajukan usulan terhadap pemerintah pusat untuk mengucurkan anggaran pembangunan siring tersebut. apalagi saat ini pemerintah kota pun tidak memiliki anggaran lebih untuk membantu kelanjutan pembangunan sarana publik tersebut.
Sebelumnya, pembangunan siring tendean ini diperuntukan untuk memberikan fasilitas publik kepada masyarakat sekaligus juga menjadikan siring sebagai sarana wisata dan ikon kota. Pembangunan siring inipun sempat tertunda lantaran alotnya penbebasan lahan.
{[Fenisng}}
Dari hasil pemantaun {{KP]}, pembangunan siring yang sebelumnya dibiayi dari pemerintah pusat tersebut tahun ini tak mendapatkan kucuran dana sehubunan lagi, pembayaran fiskal dari daerah Banjarmasin cukup tinggi.
Jadi, katanya, diharapkan tahun ini pembayaran fiskal menurun agar Pemerintah Kota kembali mengulang pada tahun 2010 agar kembali mendapatkan kucuran dana dari pemeritah pusat yang memang, ibukota provinsi Kalsel ini sangat membutuhan dana kelanjutan pembangunan Siring dari Jalan Pasar Lama dan penyelesaikan fening siring di Kawasan Jalan Peiore Tendehan Banjarmasin. (vin)





