Disdik Buka PPDB Online Gelombang Kedua
[] Diutamakan Siswa Yang Belum Dapat Sekolahan
Banjarmasin, KP – Pihak Dinas Pendidikan Pemko Banjarmasin akhirnya, membuka kembali penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara onlie untuk gelombang kedua, sehubungan sampai batas terakhir ada sejumlah sekolah yang siswa-siswnya tak melakukan pendaftaran ulang.
“PPDB Online ini, sepenuhnya kita minta sekolah untuk mengutamakan bagi anak didik yang masih belum mendapatkan sekolahan,’’ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Drs HM Amin MT yang disampaikan melaui Kabid Pendidikan Menengah Drs Mulan Dinas Pendidikan Kota kepada {[KP]}, Minggu (25/6) sore.
Ia juga mengakui memang peneriumaan siswa baru tahap kedua ini, baru dilakukan, Sabtu 2 Juli minggu ini, yang sebelumnya akan didahului evaluasi pelaksanaan PPDB Online tahap pertama yang telah diselesaikan.
“Meskipun tak ada biaya operasional diharapkan sekolah yang, peserta anak didik yang telah diterima untuk segera mendaftarkan ulang kembali, karena PPDP gelombang kedua akan diprioritaskan bagi peserta anak didik yang belum mendapatkan sekolah,’’ungkap Murlan kembali.
Dengan begitu, peserta didik yang sudah mendapatkan sekolah dilarang untuk mengikuti PPDB ini, karena bagaimanapun juga, mereka tetap diwajibkan untuk mendaftar sekolah sesuai pilihannya, meskipun diterima pada sekolah bukan pilihan pertama.
“Pilihan sekolah diterima yang pertama dan kedua ini sesuai dengan pilihan masing-masih peserta anak didik,’’ungkap Murlan.
{[Heaker Jaringan]}
Selain itu, Murlan juga mengakui menjelang pengumuman PPDB Onlie tahap pertama ternyata ada 400 nomor peserta hilang, sehubungan jejaringan sempat dimasuki heaker yang cukup canggih dan merepotkan.
Namun dengan kerja keras tim PPDB Onlie di bagian perangkat. Akhirnya 400 data yang hilang tersebut kembali normal dan selanjutnya memang dipasang perangkat pengamanan yang lebih ketat, dibanding yang pertama.
Ia juga mengakui memang heaker yang sempat masuk kejaringan sempat merusak hasil, tetapi tak memperanghi karena tim sudah bekerja cukup cermat dan diharapkan sekolah yang para pendatranya belum sesuai daya tampung untuk secepatnya kembali membuka PPDB Online khususnya untuk di sekolah pinggiran.
“Terus terang memang laporan pertama yang ada dari sekolah SMU 12 dan SMU 8 di Allalak dan ternayata para peserta anak didik yang memilih kedua sekolah tersebut mereka mengundurkan diri sehngga ada sejumlah kursi yang tak sesuai daya tampung,’’ungkap Murlan.
Jadi, diharapkan masing-masing sekolah segera pendaftar ulang kepada Diknas agar mengetahui daya tampung yang belum terserap, karena pada kenyataanya peserta anak didik untuk tingkat SMU masih banyak memerlukan sekolah, dan pada kenyatannya mereka justru kurang mengoptimalkan kesempatan sekolah negeri yang telah tersedia.(vin)





