Walikota Serahkan Bantuan Korban Merapi Rp523 Juta

Walikota Banjarmasin H Muhidin saat menyerahkan bantuan di silter atau pengungsian, kemudian berjabat tangan dengan para pengungsi di Desa Ploso Kerap, dan Jetis Sumur, Kecamatan Cangkringan, Sleman.
Yogjakarta, KP – Walikota Banjarmasin H Muhidin, Selasa (25/5) siang hingga sore hari secera bergantian mendatangi silter atau tempat pengunsian warga korban letusan Gunung Merapi, yang terjadi enam bulan lalu, guna memenuhi janjinya dengan menyerahkan bantuan secara langsung dengan jumlah total sebesar Rp523 Juta.
Bantuan yang dterimakan secara tunai ke masing-masing warga yang tinggai di silter atau tempat pengungsian di Desa Ploso Kerep dan Desa Jetis Sumur tersebut, Kecamatan Cakringan, Kabupaten Sleman diantar Walikota H Muhidin yang didampingi Bupati Sleman Sri Purnomo, dan Wakil Bupati tepilih Kabupaten Gunung Kidul, Iman Wahyudi.
Kedatangan, Walikota H Muhidin dari Banjarmasin menuju silter di Desa Ploso Kerep dan Desa Jetis Sumur, Kecamatan Cangkirangan, Kabupaten Sleman, yang berlokasi sebelah Timur dan Selatan dari Jogjakarta dengan jarak sepanjang 20 Km, selain didampingi Assisten Bidang Pembangunan Drs H Bambang Budianto MSI dan Kepala Dinas Bina Marga Ir H Fajar Desira Ces, Kepala Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran Bencana Kota Banjarmasin Drs Muhammad Hilmi MM, Kabag Kesra Drs Usman, Kabag Humas Pemko Banjarmasin Drs Kurnadi.
Walikota yang baru dilantik 12 Agustus lalu, selain membagikan bantuan tunai dengan masing-masing Kepala Keluarga sebesar Rp500 ribu, spontan membantu pembangunan Masjid sebesar Rp125 Juta, di wilayah silter Ploso Kerap juga membantu rumah ibadah berupa Mushola di Silter Jetis Sumur, Kecamatan Cakringan, Sleman, karpet peralatan sholat dan pengeras suara untuk kepentingan Masjid sehubungan umat Islam tak lama lagi memasuki bulan Ramadhan.
“ Bantuan yang diserahkan secara langsung ini semata-mata ingin melihat sekaligus bersilaturahmi dengan seluruh warga yang tinggal di silter atau pengusian, agar bisa berbagai kebahagian secara langsung dan bukan hanya melihat dari layar Televisi,’’ungkap Muhidin dengan logat khas Banjarnya, yang disambut tepuk tangan meriah para warga pengungsi di Desa Ploso Kerep.
Dengan begitu, ujar Ketua DPD PAN Kalsel ini, pihaknya mendapatkan kesempatan bersama Bupati Kepala Daerah Sleman untuk bertatap muka dengan seluruh keluarga korban bencana yang masih tinggal di pengungsian, yang saat ini, sedang mendapatkan ujian untuk lebih bersabar sejak terjadi musibah letusan Gunung Merapi dan akhirnya harus bersabar menunggu keputusan pemerintah untuk bisa menempati tempat tinggal yang lebih layak.
Muhidin juga mengaku keinginannya untuk menyerahkan bantuan ke warga sebenarnya sudah lama, sambil terus memantau berta-berita korban bencana. Namun dengan dorongan yang kuat, sekaligus untuk memenuhi janjinya mengunjungi kampong almathum Mbak Marijan, yang cukup akrab disebut-sebut sebagai juru kunci akhirnya baru kali ini bisa terlaksana dengan bertatap muka secara langsung.
“Ini semua saya anggap berkah, karena hanya kuasa Allah yang berkendak mempertemua kita semuanya di lokasi yang masih membutuhkan banyak uluran tangan agar segera dilakukan relokasi,’’ungkap Muhidin.
Sebelumnya Walikota Banjarmasin H Muhidin, manakala terjadi musibah bencana letusan Marapi, enam bulan lalu juga telah mengirim bantuan sebesar Rp75 juta yang langsung diserahkan kepada masyarakat, dan masing-masing orang menerma Rp50 ribu di Desa Margo Katon dan sejumlah pengungsian di Kecamatan Shyegan.
Selain itu bantuan pribadi Walikota Muhidin juga membantu pengadaan dapur umum, ambulan untuk evakuasi korban bencana alam Merapa, masing-masing selama 2 minggu yang langsung ditangani oleh pengurus Balakar Drs Muhammad Hilmi MM yang saat ini dilantik sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran Bencana Kota Banjarmasin
Bupati Sleman Sri Purnama mengaku terima kasih tak terhingga karena Walikota Banjarmasin H Muhidin bersama rombongan berkesempatan memberikan bantuan secara langsung dan mengunjungi para warga yang masih di silter atau pengungsian.
Selain menyampaikam terima kasih, dengan kedatangan rombongan Walikota Muhidin, juga berharap bantuan bisa meringankan beban masyarakat yang sampai akhir tahun 2011 masih menjadi tanggungan pemerintah yang masing-masng KK mendapatkan biaya hidup Rp5000 sehari..(vin)





