IPad Dukung Kinerja Dewan
Banjarmasin, KP – Usulan pengadaan iPad bagi anggota DPRD Kalsel diperuntukan mendukung kinerja dewan, terutama mempermudah mengakses berbagai data dan dokumen dengan adanya peralatan elektronik canggih.
“Pengadaan iPad ini untuk mempermudah kerja dewan, mengingat peralatan elektronik ini bisa memuat berbagai dokumen,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kalsel, HM Iqbal Yudiannoor kepada wartawan, Jumat (15/4), di Banjarmasin.
Menurut Iqbal Yudiannoor, keberadaan iPad ini akan membantu mengurangi tumpukan kertas-kertas kerja, seperti draft raperda, APBD ataupun Laporan Keterangan Pertanggungjawab (LKPj) kepala daerah.
“Karena selama ini, berkas-berkas tersebut menumpuk di meja kerja, dan sulit untuk membawa kemana-mana,’’ jelas anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat.
Lain halnya dengan keberadaan iPad ini, dimana anggota dewan tinggal meng-klik apa yang dibutuhkannya, baik draft raperda, APBD ataupun LKPj, bahkan bisa mengakses semuanya dimanapun.
“Jadi dimana pun, jika membutuhkan data apa pun, anggota dewan tinggal klik saja,’’ ungkap Iqbal Yudiannoor.
Iqbal Yudiannoor menegaskan, pengadaan iPad ini bukan untuk gaya, tetapi lebih mempermudah kinerja dewan, yang lebih simple dalam penyampaian laporannya, seperti dalam bentuk CD.
“Nanti laporan tidak perlu dalam bentuk buku yang tebal-tebal, tetapi cukup lewat CD, dan anggota dewan bisa membuka di iPad masing-masing,’’ tambah Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalsel ini.
Selain itu, iPad ini akan dilengkapi fasilitas konektivitas antar anggota DPRD Kalsel, sehingga terjadi keterbukaan dengan masyarakat maupun website milik Pemprov Kalsel.
“Ke depan, semuanya bisa diakses, tanpa ada yang perlu disembunyikan, khususnya keluhan masyarakat ataupun temuan di lapangan,’’ ungkap Iqbal Yudiannoor.
Bahkan informasi apapun tidak lagi terbatas pada komisi tertentu, tetapi juga bisa diketahui seluruh anggota DPRD Kalsel, yang terhubung dengan iPad tersebut.
“Tidak ada alasan anggota dewan tidak tahu adanya informasi tertentu, karena satu anggota dewan mendapatkan akses, maka yang lain juga menerima informasi tersebut,’’ katanya.
Sedangkan bagi anggota dewan yang gaptek untuk menggunakan iPad, menurut Iqbal Yudiannoor, mereka akan didampingi staf IT dewan untuk memberikan pelatihan penggunaan iPad ini.
“Jadi tidak ada alasan anggota dewan yang tidak bisa menggunakan iPad, karena ini merupakan tuntutan zaman,’’ jelas Iqbal Yudiannoor.
Sedangkan prosedur pengadaan iPad sendiri merupakan kewenangan sekretariat dewan yang melakukan tender pengadaan dan lainnya. “Itu masalah teknis, dewan tidak ikut campur, dan bagaimana perkembangannya masih belum tahu,’’ katanya. (lyn)





