MUI Kota Prihatin Banjarmasin Jadi Ladang Subur Peredaran Narkoba

[] DPD Tuding Aparat Hukum Gagal Emban Tugas

Banjarmasin, KP – Ketua MUI Kota Banjarmasin Drs H Murjani Sani mengaku sangat prihatin dengan masuknya ibukota propinsi Kalsel menjadi peringkat pertama dalam peredaran kasus norkoba di Kalimantan dan lima besar di Indonesia.
“Kondisi tersebut harus disikapi, jangan sampai beralurut-larut, untuk itulah seluruh aparat hukum di daerah ini harus menyatukan barisan untuk menyikakapi Banjarmasin yang dikenal daerah religi tetapi justru menjadi ladang subur peredaran narkoba,’’ungkap Ketua MUI Kota Banjarmasin Drs H Murjani Sani kepada {[wartawan]}, di sela-sela pertemuan dengan Kementrian Lingkungan Hidup, di Sekretariat MUI Kalsel lingkungan Masjid Raya Sabillah Muhtadin Banjarmasin, Rabu (30/3).
Bahkan, ujar Murjani, pucuk pimpinan daerah dalam hal ini Walikota dan jajaran harus lebih intensip untuk menyatakan siap memerangi peredaran narkoba yang lebih keras, karena sebagai jika perlu dikampanyekan secara besar-besar.
“Saya yakin kalau semua pihak dari masing-masing lingkungan bersama-sama menjaga tentu saja akan menekan peredaran secara maksimal, karena masalah ini bukan hanya aparat tetapi menjadi masalah bersama,’’ungkap Murjani,
Bahkan, ujarnya, dengan permasalahan umat ini, pihaknya melalui usaha berjejang atau dengan menitip segala macam pesan juga akan menggerakan semua penceramah maupun mubaliq untuk selalu bisa memberikan pemahaman secara bersama-sama, termasuk ceramah untuk menjaga putra-putrinya dalam serangan narkoba.
Ia juga mengakui memang selama ini di setiap kesempatan, para penceramah sudah diberikan titapan materi untuk bersama-sama memerangi narkoba yang selama ini menjadi kekhawatiran bersama-sama khususnya anak-anak.
“Memang untuk memerangi narkoba ini sudah dilakukan tetapi usaha yang diperoleh belum mampu menurunkan peringkat Banjarmasin menjadi peredaran narkoba,’’ungkap Murjani Sani lagi.
Sementara itu anggota DPD Pusat Adreani menilai dengan masuknya Banjarmasin sebagai rangking pertama dalam peredaran narkoba, membuktikan kinerja aparat hukum di daerah ini gagal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengayom masyarakat.
Padahal, ujarnya, Kalsel khususnya Banjarmasin yang dikenal daerah agamis tentu saja sangat mudah untuk lebih memperketat pesan yang harus disampaikan, dalam memerangi barang haram tersebut. “Saya yakin aparat mengetahui jaringan ini sehingga jika lebih serius tentu saja mudah memotong matai rantai karena bagiamanapun juga Kalsel meruapaj pintu transit untuk bisa menuju wilayah Kalimantan lainnya,’’ungkapnya lagi.
“Terus terang saya ini bukan yang pertama Banjarmasin dinyatakan sebagai peringat pertama dalam peredaran narkoba, tetapi sebelumnya juga pernah masuk urutan ke empat di Indonesia yang saat ini sudah menurun,’’ujarnya lagi.
Jadi, katanya, kalau semua pihak ikut serta memerangi dan aparat hukum melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya tentu saja akan peredaran narkoba bisa di tekan dan yang penting juga didukung seluruh ulama di daerah ini juga.(vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 31, 2011.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.