Ribuan Umat Islam Ikuti Dzikir Akbar Ustad Arifin Ilham
[]Minta Jangan Ada Amadiah di Kalsel
Banjarmasin, KP – Meskipun diguyur hujan cukup lebat, tetapi kegiatan Majelis Dzikir dan Tobat bersama, yang diselenggarakan Pemko Banjarmasin sebagai puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipimpin Ustad H Arifin Ilham yang diselenggarakan di Masjid Raya Sabillah Muhtadin, Senin (28/2) malam berlangsung dengan khusuk.
Bahkan kehadiran ustad kaliber dunia ini menjadi magnet bagi umat muslim yang berduyun-duyun sejak menjelang sholat Magrib hingga menjelang Sholat Isya terus memadati Masjid terbesar yang terletak di Jatung Kota Banjarmasin ini.
Spontan disela-sela Dzikir, ustad juga mengaku salut dengan keberanian salah satu pimpinan daerah atau gubernur yang berani mengharamkan Ahmadiah masih diwilayahnya, Karena itulah Banjarmasin harus berani melarang dan menegaskan supaya Ahmadiah bisa dilarang berkembang di Kalsel.
Begitu juga saat Dzikir berlangsung, suara hujan yang berisikpun diaminkan oleh ustad asal Arifin Ilham sebagai berkah. Bahkan suara Dzikirnya yang cukup merdu semakin menggema di Masjid Raya terbesar di Kalsel yang tepatnya berada di Jatung Ibukota Propinsi Kalsel ini.
Kegiatan Dzikir yang diselenggarakan dalam rangka Maulid Nabi Besar Muhamad SAW ini merupakan wujud puncak kecintaan Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan umat Islam, untuk itulah diharapkan umat Islam mampu memberikan keteladan bagi umat lainnya.
Untuk itulah, ustad Arifin Ilham mengajak membumikan zikir di tanah kelahirannya. Karena dengan zikir kita berharap hati kita tetap damai, suasana kondusif, ibadah khusuk meski ada masalah-masalah sosial lainnya.
“Kala di banyak tempat bentuk syukur ada dituangkan dalam bentuk hiburan, kita sangat bersyukur dan salut visi Banjarmasin membangun kota yang religius dengan mengajak kaum muslimin untuk bersama-sama terus membiasakan berzikir bersama,’’ungkap Ustadz Arifin Ilham.
Walikota Banjarmasin H Muhidin mengatakan kegiatan Dzikir akbar yang diselenggarakan ini sekaligus dalam peringatan Nabi Muhammad SAW ini, sebagai upaya Pemko Banjarmasin untuk meningkatkan iman dan taqwa serta didamping memahon kepada Allah supaya dalam kondisi kondusif.
Ia mengaku memberanikan diri tampil beda dengan membangun kota Banjarmasin yang religi ini pada upacara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Dzikir dengan cara tobat bersama.
Pada kegiatan Dzikir yang sebagian jemahnya menggunakan baju serba warna putih ini selain dihadiri para Muspida, Kapolda Kalsel, juga seluruh jajaran pimpinan SKPD di lingkungan Kota Banjarmasin, Wakil Walikota serta Sekdako Drs H Zulfadli Gazali MSI yang baru dilantik maupun ibu-ibu yang tergabung dalam organsiasi wanita dan kelompok pengajian di kota ini.(vin)





