Banjarmasin Terancam Gagal Tanam Padi

Banjarmasin, KP – Menyusul terjadinya cuaca yang tidak menentu dan tingginya curah hujan belakangan ini menjadi salah satu kendala penanaman pangan bagi para petani. Bahkan, sebagian wilayah pertanian terancam gagal melakukan penanaman padi lantaran tingginya air yang ada dipersawahan.
“Pada musim cuaca saat  ini sulit dipredeksi, padahal seharusnya Februari atau  Maret  depan atau paling lambat April sudah selesai musim tanam padi, tetapi dengan kondisi  air di persawahan masih tinggi, itulah kesulitan para petani memulai menanam padi,”ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin drh H Priyo Eko W kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, Senin (28/2) kemarin.
Padahal, lanjutnya, jikalau keadaan air tersebut terus menerus saja tinggi seperti sekarang ini tentu saja padi yang akan ditanam para petani terancam bisa mati.
“Memang kalau keadaanya seperti ini terus terjadi, maka daerah kita bisa terkena rawan produksi pangan,” ucapnya.
Namun, ujar Priyo mengungkapkan, sebagian daerah pertanian lain sekarang ini masih bisa melakukan masa tanam, seperti di daerah-daerah Sungai Lulut dan sebagai Gambat dan sekitarnya.
“Pada umumnya kelompok tani di sana dikabarkan sudah melakukan penanaman padi,”ujarnya.
Sementara itu, sebagian daerah pertanian lainnya seperti di Mantuil diperkirakan masih mengalami kesulitan untuk melakukan penanaman pangan. Jadi wajar lah, karena daerah pertanian kita tidak sistem irigasi, katanya.
Ditambahkan Priyo Eko,  hasil produksi padi di wilayah Banjarmasin diperkirakan akan lebih menurun lagi dari tahun-tahun sebelumnya.“Kalau kendala kedalaman air tadi masih terus terjadi hingga akhir masa tanam ini,” ujarnya.
Priyo juga mengatakan kalau memang bisanya panen padi secara keseluruhan rata-rata perborongnya petani dapat nenuai padi mereka sekitar 7 belek.
“Kalau  dikalikan sekitar 1000 hektar lahan pertanian yang ada, cukup banyak juga produksi pangan di daerah kita ini,” ucapnya seraya menambahkan  kalau  Lahan pertanian yang ada di daerah Banjarmasin sekitar 1500 hektar, namun yang masih digunakan baru sekitar 1000 hektarnya saja. (vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 28, 2011.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.