PKPI Revitalisasi Partai
Banjarmasin, KP – Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) melakukan revitalisasi dalam menghadapi Pemilu 2014 mendatang, khususnya kenaikan ambang batas minimal dari 2,5 persen menjadi lima persen.
“Jadi PKPI perlu merevitalisasi partai agar siap menghadapi kenaikan ambang batas maupun varifikasi partai politik,’’ kata Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI, Rully Soekarta kepada wartawan, di sela Rapat Revitalisasi PKPI Kalsel, Minggu (30/1), di Banjarmasin.
Rully mengakui, kenaikan ambang batas minimal ini masih dalam pembahasan pada revisi Undang-Undang Pemilu, dan terjadi tolak ulur antara partai besar maupun partai kecil, yang setuju ataupun menolak kenaikan tersebut.
“PKPI tidak mempermasalahkan hal ini, namun menyiapkan diri, untuk menghadapi kenaikan ambang batas menjadi lima persen, dengan melakukan konsolidasi partai,’’ jelasnya, didampingi Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Kalsel, Suparta.
Hal ini terkait dengan penempatan kader partai di kursi legislatif, baik DPRD kabupaten/kota, provinsi maupun DPR RI, mengingat waktu yang tersedia hanya sekitar tujuh bulan lagi untuk mempersiapkannya.
“Karena, jika perolehan suara kurang dari ambang batas minimal tersebut, maka partai tidak dilibatkan untuk duduk di legislatif,’’ jelas Rully, mengingat partai tetap mempertahankan landasannya pada Pancasila dan UUD 1945.
Untuk meningkatkan perolehan suara tersebut, menurut Rully, sesuai dengan kebijakan partai, maka kader yang ingin duduk di legislatif harus bekerja dan bekerja dalam meraih simpati masyarakat.
“Karena PKPI ingin menjadi partai yang merakyat, sehingga kerja kader bisa dilihat dan dirasakan masyarakat sekitarnya,’’ ujarnya, walaupun kepengurusan DPP PKPI sudah ada di 33 provinsi.
Namun, kondisinya beraneka ragam, sehingga perlu konsolidasi kembali agar siap menghadapi verifikasi maupun Pemilu 2014 mendatang, termasuk meningkatkan perolehan suara partai. “Karena sejak Pemilu 1999, 2004 dan 2009 lalu, perolehan suara PKPI cendrung stabil, dengan adanya pemilih konservatif,’’ kata Rully.
Rully menambahkan, PKPI telah mencoba untuk memperbaiki kondisi masyarakat di lokasi tertentu, dengan mengandalkan potensi sumber daya alam yang ada, seperti tanaman jarak pagar di Ciamis, pengolahan tapioka atau tepung singkong dan lainnya.
“Mungkin di Kalsel akan dikembangkan sesuatu yang cocok dengan warga setempat, dan hasilnya bisa dinikmati,’’ jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPP PKPI Kalsel, Suparta mengatakan, rapat revitalisasi ini membenahi partai, agar batasan minimal lima persen bisa terpenuhi dalam tujuh bulan ke depan. “Ini merupakan persyaratan yang harus dipenuhi PKPI, agar bisa menjadi peserta Pemilu 2014,’’ ujarnya.
Selain itu, rapat konsolidasi ini juga melihat kondisi kepengurusan PKPI yang ada, serta yang perlu dibenahi, agar partai bisa bekerja optimal dalam meraih dukungan masyarakat. “Karena, PKPI menargetkan peningkatan perolehan suara, dan tidak hanya menempatkan anggota dewan di tiga kabupaten saja,’’ jelas Suparta. (lyn)






ya,, seharusnya,,,, segera,, kerna saya tertarik untuk bergabung dengan pkpi,,, dan maju menjadi anggota dewan kota kabupaten kubu raya, kalbar,,, insyaallah,,, massya pendukung ,, siap