Guru Kurang Jeli Identidfikasi Masalah Muridnya

Prof Dr Suharsimi Arikinto: Banjarmasin, KP – Guru besar pendidikan Indonesia Prof Dr Suharsimi Arikunto mengatakan pada umumnya sekarang ini guru-guru pada umumya yang mengajar, masih belum jeli dan memahami tentang lingkungan kelas terutama permasalahan yang dihadapi para siswa-siswnya.
Padahal banyak faktor dan masalah yang dapat dijadikan bahan penelitian para guru dalam proses peningkatkan belajar mengajar anak didiknya. Bahkan dari hasil penelitian tersebut juga akan menjadi persyaratan bagi guru untuk menaikkan pangkat mereka ke pangkat yang lebih tinggi.
“Saat ini memang guru-guru tak hanya dituntut mengajar tetapi bagaimana umpan balik siswa yang diajarnya, karena itulah saat ini para guru diwajibkan mengumpulkan melalui mencari nilai kredit pengembangan profesi yang dilakukan melalui seminar atau penelitian,’’ucap Guru besar Prof Dr Suharsimi Arikunto, saat menyajikan masalah yang berjudul {[Strategis Praktis Melaksanakaan PTK’’, di Unlam Banjarmasin, Sabtu (30/1).
Pada kegiatan seminar nasional pendidikan yang bekerjasama dengan FKIP Unlam Banjarmasin dan LPMP Provinsi Kalsel yang diikuti 1000 guru SLTP-SLTA se Kalsel, Suharsimi Arikunto mengakui nilai kredit poin tersebut bisa diperoleh juga bisa diperoleh dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memaparkan tentang hasil penelitian dari masing-masing guru tersebut.
Jadi, katanya, pokok permasalahan penangan anak didik dalam penyelesaiannya sekaligus dapat dijadikan solusi untuk diterapkan. Namun sayang, karena syarat mutlak ini tidak terpenuhi menyebabkan ribuan guru gagal untuk menaikkan mereka.
Ia juga mengatakan memang kondisi para guru pada saat sekarang ini mereka pada umumnya hanya terpokus mengajar dan boleh mampu mengedentifikasi di lingkungan kelasnya seperti bagaimana suasan kelas, bagaiman karakter setiap anak didik hingga bagaimana mencari soulusinya.
“Misalnya apakah ada kemungkinan siswa kurang konsentrasi, siswa kurang berminat, atau siswa kurang bisa bekerja sama dengan teman atau guru, jadi hal-hal seperti itu yang harus dicermati dan dicari solusinya,”ujarnya Suharsini yang membawakan metode seminar dengan penuh akrab bersama para guru se Kalsel ini.
Bahkan stap Menteri Pendidikan ini yang sehari-hari sebagai dosen UNY Yogyakarta tersebut, mengatakan dalam PTK setiap penemuan harus dicatat. Dimulai dengan pengidentifikasi masalah atau membuat daftar masalah yang terjadi dalam tindakan. Diurutkan pula dari awal kegiatan pembelajaran kemungkinan munculnya masalah tersebut.
Seperti sebelum digelar seminar ini, tentu masalahnya dilakukan edentifikasi persoalan di Kalsel, megapa sampai ribuan guru mulai dari tingkat SD hingga tingkat SMA sederajat tidak dapat menaikkkan pangkat yang berdampak pada kesejahterannya menjadi lebih baik. Padahal guru-guru tersebut telah puluhan tahun mengabdi dalam dunia pendidikan.
“Ini sebuah masalah dan harus keluar dengan solusinya, karenanya jangan menganggap sesuatu ringan dan mudah, karena hal ini bisa memperngaruhi kondisi yang bedampak pada hasil kinerja,’’papar Suharsini lagi.
Padahal sebelumnya yang menghambat sulitnya guru-guru menaikkan pangkat karena rendahnya mutu guru serta sulitnya mencari nilai kredit pengembangan profesi yang bisa menunjang kenaikan pangkat mereka, oleh karena itu mulai sekarang dan seterusnya guru harus bisa melakukan kreasi dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan. (vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Januari 30, 2011.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.