Camat Diskusi Ketahanan Pangan di Kalsel
Banjarmasin, KP – Guna memantapkan program ketahanan pangan, Badan Ketahanan Pangan Kalsel menggelar pertemuan pertemuan khusus dengan seluruh camat Se Kalimantan Selatan selama 3 hari mulai 25-27 Nopember 2010 di hotel HBI Banjarmasin.
Pertemuan dikemas dengan pemberian materi dan diskusi seputar kondisi dan program ketahanan pangan di Kalimantan Selatan, potensi pengembangan pangan local dan pangan non beras non terigu dalam rangka percepatan diversifikasi pangan masyarakat serta kajian distribusi pangan, harga pangan dan akses pangan.
Kepala Badan pertahanan pangan Hardi L. Mantir mengatakan kegiatan pertemuan bersama camat itu dimaksudkan untuk mensosialisasikan dan mengkoordinasikan program dan kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan sampai ke tingkat desa kepada para camat selaku pemangku wilayah.
Selain itu untuk melakukan advokasi dalam rangka penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat dalam rangka percepatan diversifikasi pangan masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan selain dapat memberikan gambaran sejauh mana aspek ketersediaan, aspek distribusi dan aspek konsumsi mempengaruhi tingkat ketahanan pangan disuatu wilayah/daerah, juga untuk memberikan gambaran tentang peta kerawanan pangan daerah.
Sementara Gubernur Kalimantan Selatan dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekda HM Muchlis Gafuri mengatakan kondisi ketahanan pangan bersifat dinamis. Permasalahan yang dihadapi juga sangat kompleks. Baik menyangkut aspek penyediaan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, aspek pemenuhan tuntutan kualitas dan keanekaragaman bahan pangan untuk terpenuhinya kebutuhan gizi dan antisipasi perubahan preferensi konsumen yang semakin peduli pada masalah kesehatan, kemudian aspek efektivitas pendistribusian bahan pangan, serta aspek keterjangkauan pangan (food accessibility) yang dimiliki masyarakat dan aspek budaya dan zona agroekologi spesifik wilayah atas dasar comparative advantage kawasan bersangkutan untuk menghasilkan pangan.
Untuk menghadapi dan mengatasi berbagai permasalahan tersebut Badan Ketahanan Pangan agar memberikan penajaman program kegiatan, perubahan dan berbagai pemikiran baru yang kreatif dan inovatif serta untuk selalu menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan para camat selaku pemangku wilayah pedesaan.
Pertemuan bersama Camat ini, kata Gubernur, dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi program kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan. Dengan penyampaian berbagai aspirasi, pengalaman dan tuntutan masyarakat yang disampaikan melalui para Camat, akan menjadi bahan berharga bagi pemerintah provinsi guna perbaikan dan penyempurnaan program kegiatan dan arah kebijakan kedepannya. Selain itu hasil pertemuan ini juga akan menjadi masukan berharga bagi pemerintah pusat dalam menggulirkan program kegiatan dekonsentrasi di daerah Kalimantan Selatan. (vin)






ketika membicarakan masalah ketahanan pangan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah sumebrdaya alam indonesia yang melimpah ruah. banyak dari sumberdaya tersebut yang belum termanfaatkan secara bijak.
hal pertama yang harus dicatat adalah jangan sampai diskusi tentang ketahanan pangan sampai melupakan bahan-bahan pangan yang tumbuh di indonesia….
banyak sekali tumbuhan di indonesia yang bisa dijadikan sumebr bahan pokok seperti umbi-umbian yang banyak tmbug di daerah Indonesia timur, serta sukun yang kini telah diketahui manfaatnya sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi.
hal-hal seperti itulah yang seharusnya bisa lebih diexplore lagi dari alam dan masyarakat Indonesia….