Banjarmasin Ingin Seperti Yogjakarta
[] Hasil Kerajinan dan Produk Unggulannya Dikusai Wisatawan
Banjarmasin, KP – Walikita Banjarmasin H Muhidin berkeinginan untuk bisa mengadopsi kegiatan yang dilakukan masyarakat Yogjakarta untuk mampu mendatangkan masyarakat wisatawan baik manca daerah dan mancanegera menyukai barang-barang kerajinan khas asal Banjar mulai kain khas batik sampai buah tangan dan makanan produk Yogjakarta.
“Untuk mewujudkan ini memang tak mudah tetapi merupakan tantangan kita semua, sehingga kegiatan pameran yang sering diiikuti jangan hanya serimonial tetapi benar-benar bisa menghasilkan nilai tambah bagi para pengrajin asli Banjar,’’ucap Walikota H Muhidin saat menghadiri pembukaan Yogja Export Expo (jee) atau pameran produk ekspor daerah (PPED) ke 15 tahun 2010, di Hall JEC, Rabu (27/10).
Bahkan jika perlu, Banjarmasin yang merupakan ibukota provinsi Kalsel harus mempunyai gedung yang setara dengan Yogjakarta expo center, karena dinilai tempat yang sangat memenuhi sarat serta ruang pameran termegah se-Indonesia, karena pemko sendiri tidak mempunyai areal tanah yang cukup luas untuk membangun gedung tersebut, ujarnya.
Karena hanya dengan menyertakan kegiatan promosi atau kegiatan pameran, Banjarmasin bisa memaanfaatkan forum tersebut sebagai ajang untuk bisa memperkenalkan kepada pasar luar mengenai produk industri kreatif lokal. Karena itulah forum pameran dagang ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.
Pada kesempatan tersebut Walikota H Muhidin yang didampingi Sekda H Didit Wahyunie saat meninjau stand pameran kota Banjarmasin diantaranya juga menampilkan produk yang dipamerkan Dis Tand Yogja export expo 2010 diantaranya berupa Kain Sasirangan harus bisa bersaing dengan asli jogja dan meminta kepada dinas terkait kedepan dalam mengikuti ajang promosi harus jeli memajang atau menampilkan produk yang bisa bersaing dengan daerah lain.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Banjarmasin Drs H Hamli Kursani sangat mendukung rencana pembangunan trade center kedepan, karena selama ini pemko tidak memiliki gedung untuk pameran, setidaknya dengan rencana tersebut produk kreatif kota banjarmasin dapat dipamerkan, dan dikembangkan untuk mendorong perekonomian daerah.
Selain itu Yogja Export Expo (JEE) 2010 stan pemko Banjarmasin hanya menampilkan produk kain sasiran, diikuti oleh 152 stan dari seluruh indonesia diselenggarakan 27 hingga 30 oktober 2010.Padahal program industry kreatif sekarang sedang giat digalakan dan menjadi program nasional. tujuan utama dari program tersebut yakni meningkatkan posisi merek dagang indonesia dimasyarakat internasional. sebagai modal utama pembangunan nasional, program industry kreatif sudah terbukti banyak menyerap tenaga kerja.
Kegiatan pameran yang dibuka Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Republik Indonesia Ir Subagyo, MM yang mewakili Menteri perdagangan Mari Elka Pangestu berlangsung cukup meriah dan banyak mendapatkan kunjungan wisatawan baik dari luar negeri maupun manca daerah.(vin)





