Keramik Tugu Batas Kota Lepas

Kontraktor Pekerja Diminta Lakukan Perbaikan
 
Banjarmasin, KP – Sejumlah warga yang melintasi Jalan A Yani KM 6 Banjarmasin, yang beraktifitas disekitar tugu batas kota, mendapat beberapa bagian keramik dinding tiang bagian kiri yang terlepas dan jatuh berkeping-keping di lantai bagian bawah.
Diduga pecahan kerami tersebut terjadi akibat bagian pengait tidak kuat lagi degan kondisi hujan yang terjati terus menerus dan ditambah angin yang kini sangat sulit dideteksi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarmasin, Ir H Nurul Fajar Desira CES, yang dkonformasi {[wartawan]}, Kamis (28/10) siang membenarkan terjadinya marmer ukuran dan keramik batas tugu tersebut.
Ia juga mengungkapkan, pihaknya memang sudah mendapat informasi warga, menyusul terkait hal itu, dan saat ini sudah dilakukan pengecekan serta perbaikan oleh kontraktor yang saat ini masih dalam masa perbaikan dibeberapa bagian yang terlepas.
Namun untungnya, bagian yang lepas tersebut, hanya bagian keramik granit finishing, sehingga tidak membutuhkan biaya besar untuk memperbaiki.
“Kita memang sudah mengecek kelapangan, dan saat ini perbaikan sedang dilakukan,”papar Fajar.
Diakuinya sejauh ini, sejauh ini pemasangan keramik granit tersebut dengan  menggunakan sistem ring atau pengait, sehingga memang bisa saja terbuka dan lepas, jika diterpa kondisi cuaca hujan dan angin yang kencang.
Namun kedepan, Fajar menjajikan, setelah kejadian ini pihaknya akan melakukan seluruh bagian bangunan tugu, untuk mengantisipasi terlepasnya keramik maupun bahan lainnya supaya tak terjadi hal serupa.
“Untungnya, saat ini tugu tersebut masih dalam tanggungan pihak kontraktor hingga bulan Desember nanti, jadi perbaikan akan dilakukan mereka,” imbuhnya.
Selain itu, ujar Fajar menambahkan, pemasangan keramik granit dengan sistem ring atau pengait, sengaja dipilih, untuk menghindari terjadinya perubahan warna pada bagian keramik. Sebab, jika dipasang dengan sistem basah atau semen, maka dikhawatirkan rembesan dan resapan air dapat merusak warga keramik.
“Kalau ketahanan dengan sistem pemasangan ini cuaca sebenarnya sama, hanya kita khawatir kalau-kalau rembesan air (kencing), bisa merusak warna keramik,” bebernya.
Lebih jauh,  Fajar mengatakan secara umum, kontruksi tugu saat ini dalam kondisi aman, karena berdasarkan perhitungan konsultan, kekuatannya mencapai sekitar 50 tahun.
“Jadi kalau kontruksi tahan hingga 50 tahun, dan yang lepas itu bagian finishing yang kerusakannya tidak kita duga sebelumnya,” pungkasnya.
Fajar berharap, warga bisa bersama-sama menjaga dan mengwasai bangunan ini, tetapi, jika memang ada kerusakan bisa sesegeranya melaporkan kepada pihaknya.(vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 28, 2010.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.