2010, Mantuil dan Sungai Gampa Dibuka Akses Jalan Lagi
[] Sumber Dananya Dari {{Dept Swap}}
Banjarmasin, KP – Tahun 2010 ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mulai melaksanakan {{Dept swap}} dengan merealisasikan membuka akses jalan baru untuk kawasan pinggiran dan pembukaan jalur jalan tersebut untuk membangun sekaligus dan memperbaiki akses jalan lingkungan yang merupakan sebagai untuk membuka jalur transportasi dan perbaikan infrastruktur masyarakat setempat yang selama ini terisolasi.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Banjarmasin Gt Ridwan menjelaskan, {{dept swap}} ini merupakan salah satu, upaya Pemko untuk mengurangi beban utang dan bunga Indonesia dengan pemerintah Australia dengan pembayarannya tidak dalam bentuk uang namun, {{dept swap}} ini dibayar dengan membangunkan infrastruktur di wilayah-wilayah pinggiran yang belum pernah tersentuh infrastruktur.
“Saat ini memang pemerintah Indonesia memiliki utang yang disertakan bunga dan denda, namun dengan {{dept swap}} ini pembayaran utang tersebut diganti dengan membangunkan infrastruktur,”terang Kabid Bina Marga PU Kota Banjarmasin Gt Riduan kepada {[wartawan]}, mengatakan, Kamis (30/9).
Ia juga mengatakan {{Dept swap}} dapat dilaksanakan pada daerah-daerah pinggiran yang belum pernah tersentuh perbaikan infrastruktur dengan tujuan untuk membuka akses jalan baru sehingga daerah tersebut tidak teriisolasi lagi. Seperti di Banjarmasin, akan dibangun pada daerah pinggiran seperti mantuil dan sungai gampa.
“Dua wilayah tersebut masih sangat sulit dijangkau, karena infrastrukturnya yang belum terbangun. Selama ini masyarakat setempat cukup kesulitan karena untuk ke banjarmasin mereka harus melewati sungai,”ujarnya.
Direncanakan infrastruktur yang akan dibangun untuk Mantuil sepanjang 4 KM, dan Sungai gampa sepanjang 2 KM dengan anggaran masing-masing sebesar Rp 4 miliar dan Rp2 miliar. Dept swap ini akan berjalan 4 tahun ke depan hingga utang pemko terlunasi.
Ditambahkanya, {{Dept swap}} telah dicanangkan pemerintah pusat sejak tahun 2008. Namun karena saat itu masih terkendala dengan aturan maka {{dept swap}} baru bisa dilaksanakan mulai tahun ini dan diharapkan semuanya bisa meningkatkan perbaikan ekonomi setelah kawasan tersebut mulai terbuka.
Salah seorang tokoh yang mengaku bernama H Marlan yang tinggal di Sungai Gampa mengaku bersyukur dengan perhatian pemerintah yang terus akan mulai membuka akses jalan supaya tempat tinggal yang ditempatnya bisa dengan mudah dilalui tranportasi.
“Pada awalnya memang terisolasi tetapi dengan dibukanya jalan setapak akhirnya, diharapkan Sungai Gampa yang masih wilayah ibukota propinsi Kalsel yang sekarang menuju kota metroploitan bisa sarana infrastukturnya bisa dilalui,’’demikian harapnya.(vin)





