PU Dapat Rapot Merah Untuk Penyerapan Dana Proyek

Banjarmasin, KP – Jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) sekarang ini sedang mendapatkan rapat merah, sehubungan penyerapan dana yang sangat lambat yang dilaksankaan bagi pelaku pembangunan. Sebab dari dana yang tersedia sekarang ini hanya mampu melakukan penyerapan dana yang hanya mampu menyerap sebesar 20 persen dari seluruh Indonesia.
“Kalau tahun lalu memasuki semester tiga ini, biasanya penyerapan dana mampu mencapai 40 persen tetapi untuk kali ini PU mendapatkan rapat merah,’’ungkap Kepala Dinas PU Kalsel Ir HM Arsadi saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah AKAINDO II Kalsel, di Hotel Victoria Banjarmasin, Kamis (29/7).
Dihadapan Ketua Umum Pusat Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (AKAINDO) Dr Ir Anggara SMM, MBA, IPM, dan seluruh undangan, Arsadi juga mengatakan salah satu penyebab menurunnya penyerapan dana ini untuk di Kalsel sehubunga, banyak pelaku pembangunan atau para kontraktor tak mengambil ung muka yang disedikan.
“Bisa jadi para kontraktor sudah banyak yang kaya, akhirnya dana penyerapan proyek yang disediakan bagi warga masyarakat pelaku pembangunan tak diambil,’’kilah Arsadi dengan lirih.
Ia juga tak merinci mengapa para kontraktor tak banyak yang melakukan pengambilan dana pada cermin pertama ini. “Tampaknya sekarang ini sudah membudaya di seluruh Indonesia sehingga inilah yang menjadi salah satu penyebab lemahnya penyerapan dana pembangunan yang disedikan pemerintah,’’ucap Arsadi lagi.
Ketika ditanya apakah lambatnya penyerapan dana ini dikarenakan banyaknya satker ataupun  proyek yang tak memiliki pimpinan proyek, menurut Arsadi, kalau di instansi lingkungannya tak ada yang demikian dan semuanya berjalan dengan baik dan normal, dan tak ada yang stagnan.  
Namun, ujarnya, yang terjadi memang dalam pelaksanaan proyek mengalami kendala pada saat ada surat dari Departemen PU yang meminta supaya di lingkungan PU bisa melaksanakan lelang full secara internet.
“Pada awalnya memang PU hanya memberlakukan lelang internet tidak 100 persen tetapi begitu berjalan akhirnya dilakukan lelang secara internet 100 persen sehingga kondiosi inilah yang menghambata pelaksaan kegiatan termasuk lambatnya penyerapan dana,’’ucap Arsadi lagi.
Pada kesempatan tersebut Arsadi juga memaparkan kalau PU akan mendapatkan kucuran tambahan dana pembangunan sebesar 50 persen dari anggaran yang ada untuk tahun mendatang. Hal ini membuktikan jika kinerja para kontraktor baik tentu saja pemerintah akan menambah alokasi anggaran seperti yang ditambahkan pada tahun ini.
Mantan Ketua AKAINDO Kalsel H Zainal Ilmi mengatakan penyerapan dana yang sangat rendah ini baginya menjadi cambuk kedepan agar bisa bekerja lebih baik lagi dan mampu membantu penyerapan dana yang lebih besar di daerah Kalsel, dengan harapanm propinsi yang disayangi ini mampou menjadi pioner bagi organsiasi yang lainnnya.
“Sebagai pelaku kontruksi memang sudah berusaha bekerja dengan baik sehingga jika masih ada penyerapan rendah ini memang perlu dilihat secara menyeluruh apa penyebabnya,’’demikian Zainel Ilmi.(vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Juli 29, 2010.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.