DPR Perjuangkan Infrastruktur Desa
Banjarmasin , KP – DPR RI kini memperjuangkan dana pengembangan infrastruktur pedesaan, yang akan dikelola sendiri oleh desa dan didistribusikan oleh pemerintah.
“Dana yang akan diberikan sebesar Rp250 juta per desa, dan nantinya digunakan untuk pembangunan desa,’’ ujar anggota DPR RI asal Kalsel, Habib Nabiel Al Musawwa pada pertemuan dengan beberapa LSM dan mahasiswa yang ada di Kalsel, Minggu (27/6), di Banjarmasin.
Selain itu, menurut anggota komisi IV DPR RI ini, bahwasanya ada tiga panja yang saat ini sedang di godok oleh DPR RI, yaitu panja daging, panja beras dan panja kehutanan.
Untuk panja daging, Habib Nabiel menginginkan agar Indonesia bebas dari segala penyakit khususnya dari impor jeroan, sehingga DPR RI mengingingkan agar pemerintah ke depan tidak mengimpor jeroan.
“Namun mengimpor sapi, dan itu pun hanya mengimpor sapi untuk bibit dan sapi penggemukan saja, sehingga kualitasnya lebih terjaga,’’ ujar anggota dewan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Yang kedua adalah panja beras, Panja ini dibuat menurutnya karena banyaknya penyimpangan distribusi beras bagi masyarakat, Beras yang kondisinya baik dan seharusnya disalurkan untuk masyarakat malah banyak diselewengkan,
Sedangkan yang ketiga adalah panja kehutanan. Panja ini, menurut Habib Nabiel, berkaitan dengan tata guna lahan, RTRW dan juga illegal loging.
Menurut Habib Nabiel, untuk memperbaiki Indonesia ini ada tiga domain yang berperan yaitu pemerintah, legislatif dan juga pengusaha. “Kita minta ketiga domain ini lebih serius dalam membangun masyarakat,’’ tambahnya.
Selain menyampaikan hasil kerja di Komisi IV, Habib Nabiel juga menerima masukan dari beberapa LSM dan mahasiswa, khususnya terkait masalah pertanian, peternakan serta kehutanan.
Rencananya selama reses ini, Habib Nabiel ini, akan mengunjungi beberapa tempat untuk mendengarkan langsung permasalahan dari masyarakat yang ada di Kalsel.
“Media maupun masyarakat dihimbau dapat mengawal dan menginformasikan proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya apabila ada penyelewengan di daerah,’’ kata Habib Nabiel. (lyn)





