Enam Calon Kandidat Walikota Komitmen Pilkada Bersih

Banjarmasin, KP – Dengan adanya kekhawatiran munculnya politik uang, pada hari pencoblosan, secara tegas semua calon kandidat calon Walikota Wakil Walikota Banjarmasin, berkomitmen bersih yang diselenggarakan 2 Juni nanti.
“Kita sebagai orang yang beragama tentunya dengan cara suap menyuap untuk mengejar sebuah kedudukan, maka pemerintahan nanti juga tidak benar,”calon Walikota Banjarmaisn Drs H Zulfadli  Gazali MSi yang berpasangan dengan Abdul Gais kepada {[wartawan]}, di sela-sela Silaturahmi yang digelar KPU Kota Banjarmasin, di Grand Restoran Sabtu(29/5).
Menurut pasangan yang diusung dari Partai Demokrat, PKB dan PDIP,  Zulfadli Gazali menegaskan, selama masa kampanye sebenarnya sudah cukup untuk meyakinkan masyarakat, dan masyarakat juga sekarang sudah pintar, menentukan seorang pimpinnya nanti.
“Jadi pihaknya tidak perlu menggunakan politik uang, dengan program mereka inilah masyarakat sudah yakni untuk melakukan berbaikan bagi masyarakat,”tegas pasangan yang berjargin Gasan Sabarataan ini.

Begitu calon walikota  HA Yuhdi Wahyuni dan juga incumbent menegaskan, untuk mengejar suatu jabatan dengan cara tidak halal atau dengan politik uang tersebut, tentunya berbuatan yang tidak zalim, seorang calon pemimpin, apalagi tujuannya untuk memenangkan Pemilukada.

Untuk niat saja pihaknya tak pernah terlintas, apalagi dalam pencoblosan nanti menjanjikan memberikan uang, oleh sebab itu dirinya pribadi, sudah berkomitmen tak pernah menciderai proses pemilihan nanti.
“Dengan demikian Saya janji dan berkomitmen tak akan menciderai, proses Pilwali Banjarmasin, dan seorang pimpinan yang bersih itu mulai dari diri sendiri,”tegasnya, Ayahoha ini.
Begitu juga dengan pasangan H Muhidin dan Irwan Ansyari mengatakan, pihaknya juga tidak pernah menjanjikan memberikan uang sebesar Rp50 ribu kepada masyarakat yang memilihnya, kecuali relawan dan tim sukses, pihaknya memang memberikan uang insentif.
Dan bagi tim sukses tambahnya, sebenarnya sudah bersumpah untuk tak berbuat curang, pada pemilihan walikota nanti, apalagi sumpah mereka itu diatas Al quran, dengan demikian apabila mereka melakukan tentunya sangat besar dosanya.
“Tetapi kepada masyarakat saya tak pernah menjanjikan untuk memberikan uang sebesar itu untuk mencoblos pada hari pencoblosan nanti, apalagi tim sukses nanti sudah melakukan sumpah diatas Al quran,”katanya.
Selanjutnya, Anang Rosadi Adenansi calon independent mengungkapkan, kalau seorang calon pemimpin untuk meraih jabatan atau kedudukannya, dengan cara suap menyuap tentunya hati pemimpin tidak bersih, apalagi nantinya memimpin roda pemerintahan, tentunya mereka akan melakukan korupsi nanti.
Immah Norda Syamsuri Darham – Khairul Saleh menambhkan, pasangan dengan nomor urut lima ini, memastikan sebelum pencalonan mereka, pihaknya sudah siap untuk menang dan kalah, dengan bermodalkan kejujuran untuk menuju perubahan.
Dan pasangan ini yakni, bahwa semua calon menginginkan Pemilukada ini menang, tetapi kemenangan yang bersih tidak tidak kecurangan, apabila menjanjikan masyarakat uang.(vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Mei 30, 2010.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.