Pengerjaan Proyek Jembatan Kelayan 2 Terhenti
Terkendala Pipa dan Tiang Listrik
Banjarmasin, KP – Akibat belum dipindahkannya beberapa tiang listrik milik PT PLN dan sebuah pipa leding milik PDAM Bandarmasih, pengerjaan proyek perbaiakan Jembatan Kelayan 2 menjadi terganggu. Akibatnya sudah sepekan proyek tersebut dihentikan mengunggu pihak terkait memindah asetnya tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaaan Umum Ir H Nurul Fajar Desira CES kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, Senin (5/4) mengakui adanya penundaan pekerjaan akibat belum dipindahnya beberapa tiang listrik dan pipa milik PDAM yang sejak dulu memang terpasang di sana.
Hal tersebut lanjut Fajar tentunya sangat berdampak pada proses penyelesaian tahapan pekerjaan selanjutnya yaitu pengecoran dimana kedua objek tersebut semestinya tidak berada di sana lagi. Namun demikian Fajar menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada pemilik aset dalam hal ini PLN dan PDAM.
Sebelumnya pihaknya juga telah mengirimkan surat permohonan pemindahan aset tersebut, namun pihaknya belum mengetahui mengapa hingga saat ini belum juga dipindahkan,
“Kira – kira sejak sepekan lalu pengerjaan proyek tersebut dihentikan sambil mengunggu pipa dan tiang listrik dipindahkan,” ucapnya.
Namun demikian Fajar yakin tertundanya proyek pengerjaan pengecoran tersebut tidaklah membuat proyek tersebut terbengkalai hingga penyelesaian melampaui terget yang ditetapkan 2010 ini, pihaknya yakin dalam waktu dekat kedua aset tersebut akan segera dipoindahkan oleh pemiliknya karena pihaknya terus mengupayakan hal tersebut.
“Saya rasa tidak ada masalah, hanya waktunya saja agak terlambat,” cetus Fajar.(vin)






Kami warga Kelayan sangat ingin sekali Jembatan selesai agar aktivitas kami sehari-hari bisa berjalan dengan lancar, Proyek Jembatan Kelayan ini tidak bisa disalahkan karena semata-mata ada tiang listrik dan pipa PDAM itu hanya akal-akalan dari pihak Proyek untuk menutupi keterlambatan pengerjaan,namun dari pihak kontraktor pelaksana memang kayaknya sangat lambat dalam pengerjaannya, hal itu sangatlah wajar dalam setiap proyek karena keterbatasan dana dari pelaksana, sehingga progress pelaksanaan tidak sesuai dengan timescedule rencana