Operator Seluler Bantah Kerjasama Zairullah
[] Soal Penyebaran SMS Bagi-bagi Pulsa
Banjarmasin,KP – Sejumlah operator telepon seluler beroperasi di Provinsi Kalimantan Selatan, membantah SMS yang menyebutkan telah menjalin kerjasama dengan salah satu kandidat Gubernur Kalsel, Dokter H Zairullah Azhar.
“Prinsipnya PT Telkomsel tidak pernah menjalin kerjasama dengan kandidat Gubernur Kalsel, apalagi SMS yang dikirimkan secara ekslusif kepada pengguna telepon seluler,” kata Manager Branch Banjarmasin, Kuntum Wahyudi, di Banjarmasin, kemarin.
Menurut Wahyudi, pihaknya tidak pernah terlibat dalam hal-hal politis dan selama ini bertanggung jawab secara profesional, karena itu apabila ada SMS yang mengatasnamakan kandidat salah satu Cagub Kalsel, maka SMS itu tidak benar.
SMS yang isinya diduga menyudutkan salah satu kandidat Cagub Kalsel itu, kata Wahyudi, hanya dilakukan oleh orang-orang yang iseng dengan memanfaatkan layanan SMS gratis yang disediakan PT Telkomsel.
Hal senada diungkapkan, PT XL Area Sales Manager Banjarmasin, Haris Mulyanto, pihaknya tidak pernah menjalin kerjasama yang berbaut politis, apalagi sifatnya memihak pada salah satu kandidat Cagub Kalsel.
Haris menjelaskan, apabila PT XL melakukan kerjasama dengan partai politik (parpol) atau kandidat Cagub, Cabup atau Cawali, maka biasanya terlebih dahulu dilaksanakan MoU, apalagi SMS berantai.
Menjelang kampanye seperti sekarang ini, katanya, memang bermacam-macan cara dilakukan kandidat, tetapi hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan promo yang selama ini dilaksanakan PT XL terhadap calon pelanggan di daerah ini.
Publik Relation (PR) PT Indosat Cabang Kalsel, Uthe menyatakan, pihaknya juga mengklarifikasi adanya SMS yang menyebutkan, bahwa H Zairullah Azhar telah menjalin kerjasama dengan PT Indosat.
“Kami juga banyak menerima pertanyaan dari costumer, terkait adanya SMS beranting yang menyebutkan, bahwa H Zairullah Azhar menyediakan voucher Rp50 ribu bagi pelanggan Telkomsel, XL, Indosat dan Telkomflexi yang menyebarkan kepada 10 pelanggan lain,” ujarnya.
Uthe mengakui, sejumlah pegawai PT Indosat Banjarmasin juga mendapat SMS yang sama yang disebarkan secara beranting, padahal SMS itu tidak benar sama sekali.
Kalaupun PT Indosat memberikan SMS gratis terhadap pelanggan sebagai bentuk promo, katanya, maka biasanya disebarkan melalui Indosat, karena itu siapa yang mendapat SMS yang tidak benar adanya itu, sebaiknya diabaikan saja.
Bantahan yang sama juga disampaikan, Manager Commerce Telkom Flexi RO Banjarmasin, Haris Setyawan, menyatakan, bahwa sampai saat ini PT Telkomflexi RO Banjarmasin, belum ada melakukan kerjasama terhadap sejumlah kandidat Cagub, Cabup dan Cawali di Kalsel.
Haris menjelaskan, kalaupun pihaknya menawarkan kerjasama dengan kandidat, maka hal itu tidak mungkin dilakukan melalui SMS seperti yang ada ini.
Penawaran kerjasama, katanya, memungkinkan dilakukan terhadap internal parpol dalam rangka memudahkan berhubungan dengan sesama anggota parpol, tetapi sampai saat ini belum ada dengan kandidat peserta pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) di Kalsel.
Namun demikian, dari empat operator telepon seluler di Banjarmasin yang dikonfirmasi itu, menyatakan, SMS yang dikirimkan secara beranting itu agak sulit untuk dilacak, karena tidak jelas dari telepon seluler mana.
Sementara itu, Cagub Kalsel, Dokter H Zairullah Azhar, menyatakan, dirinya tidak pernah membuat SMS seperti yang disebarkan secara beranting dari orang yang tampaknya iseng-iseng tersebut.
Namun demikian, H Zairullah Azhar menyatakan, bahwa dirinya berkeyakinan masyarakat Kalsel cerdas dan agamis sehingga tidak mudah terkecoh dengan isu-isu yang tidak benar itu.(vin)





