PKS Gelar Pemilihan Majelis Syuro
Banjarmasin, KP – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar pemilihan anggota Majelis Syuro (MS) PKS periode 2010-2015, yang digelar serentak di Indonesia dalam bentuk Pemilu Raya (Pemira).
“Pemilu Raya ini merupakan penghelatan akbar untuk memilih anggota majelis syuro PKS, yang serentak dilakukan di seluruh Indonesia maupun perwakilan PKS di luar negeri,’’ kata anggota Lajnah Pemira PKS Kalsel, atau semacam KPU, Ibnu Sina dalam pers realise yang diterima {{KP}}, Minggu (21/2), di Banjarmasin.
Menurut Ibnu Sina, untuk wilayah Kalsel, pemilu raya dilaksanakan di dua tempat yaitu di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Ditambahkan, sebagaimana pemilu sebenarnya, pemilu raya pun juga memiliki daftar pemilih tetap yang merupakan anggota inti, yang telah puluhan tahun mengikuti pengkaderan PKS secara rutin.
Menurut Ibnu Sina, Pemira kali ini dilakukan dengan cara mencontreng salah satu nama yang tersedia di kertas suara, dan sebelum memilih, para kader juga didaftar serta menunggu giliran untuk dipanggil panitia untuk melakukan pencontrengan.
“Setelah mencontreng pemilih langsung memasukan kertas suara ke dalam kotak suara yang telah disediakan,’’ ujarnya.
Lebih lanjut diungkapkan, semua kader memiliki hak untuk memilih nama-nama anggota MS sesuai kehendak hati mereka, secara bebas, dan tertutup.
Untuk tahun ini, calon anggota MS periode 2010 – 2015 untuk wilayah Kalsel terdiri dari tiga orang kandidat, satu diantaranya merupakan wakil perempuan, yakni Achmad Chudori, Riswandi dan Nur Cahyati.
Menurut Ibnu Sina yang juga plh Ketua DPW PKS Kalsel, ketiga kandidat tersebut merupakan kader-kader terbaik PKS yang selama ini dan sudah lama berkecimpung di PKS.
“Bahkan ketiganya sudah lama mengikuti pengkaderan PKS hingga puluhan tahun,’’ tambah anggota DPRD Kalsel ini.
Diungkapkan, pada periode 2005-2010, anggota majelis syuro PKS dari Kalsel adalah Riswandi.
Ibnu Sina juga menegaskan majelis syuro di PKS bukanlah semata sebuah lembaga yang dibentuk karena secara organisatoris dibutuhkan oleh partai, dan di dalam MS terdapat kader-kader pilihan yang secara personal merepresentasikan seluruh kader yang dimiliki partai.
“Tugas MS adalah membahas kebutuhan kebijakan strategis partai, bahkan memilih presiden PKS,’’ jelas Ibnu Sina. (lyn)






)l(