BAZ Salurkan Zakat, Infaq, dan Sadaqoh 495 Mustahik
Banjarmasin, KP – Walikota Banjarmasin HA Yudhi Wahyuni Usman mengajak para muzaki atau orang kaya di daerah ini, untuk bisa menyalurkan zakat, infaq maupun sodakahnya, melalui Badan Amil Zakat kota Banjarmasin yang saat ini kerap menyalurkan dananya kepada yang berhak menerima termasuk disalurkannya para 495 Mustahik sekarang ini.
‘’Sungguh sekarang sesuai laporan sampai dana yang terkumpul cukup menggembirakan dan sampai akhir tahun terkumpul dana Rp650 juta, sehingga kalau akhir tahun 2010 diharapkan target yang ditetapkan Rp1 miliar bisa tercapai,’’ucap Walikota Banjarmasin HA Yudhi Wahyuni Usman, saat menyerahkan zakat untuk 495 Mustahi, halaman Pemko Banjarmasin, Kamis (14/1).
Dihadapan pengurus BAZ dan undangan, Walikota mengharapkan para pengurus BAZ di Banjarmasin bisa menyalurkan dana yang dihimpun dengan tranparan, karena demi untuk bisa dipercaya para Muzaki agar tak jera menyalurkan dana zakatnya, infaq, dan sodakoh melalui BAZ.
Yudhi juga memuji kinerja BAZ Banjarmasin yang selama ini cukup tranparan, baik pengeluaran dana dan pemasukan, karena langkah ini sangat penting dalam menuju keberhasilan BAZ, dalam menentukan langkahnya ke depan.
Apalagi program bergilir yang diberikan bantuan melalui BAZ selain sangat menunjang program pemerintah dalam mengentasikan kemiskinan, juga memberikan pembelajaran masyarakat untuk bisa mendairi dalam merintis usaha serta meringankan beban masyarakat yang selama ini sangat membutuhkan uluran tangan dan bantun.
Ketua BAZ Kota Banjarmasin Drs H Murjani Sani mengatakan sampai akhir tahun dan memasuki 2010, BAZ selain menyalurkan dana untuk 695 Mustahik dari masyarakat Jompo, Cacat, Yatim, Piatu, maupun warga miskin yang membutuhkan uluran tangan.
Selain menyalurkan bantuan Rp150 ribu masing-masing Mustahik, BAZ juga menyelenggarakan kegiatan sunatan masal bagi warga kurang mampu dari kota Banjarmasin, dan masing-masing peserta sunatan masal ini mendapatkan bantuan dana sebesar Rp100 ribu, katanya.
‘’Bantuan ini lebih berarti dari pada dibelikan sarung dan peci, karena saat ini memang awal tahun anggaran baru sehingga sangat tepat juga bantuan bagi peserta khitanan diwujudkan dana sana,’’ucap Murjani Sani.
Salah seorang penerima bantuan dari kelompok Mustahik yang bernama Noorsiah mengaku bersyukur, karena selama ini sebagai penyandang cacat belum pernah diberikan bantuan dengan Cuma-Cuma seperti yang telah diberikan melalui BAZ, katanya.
Berbeda dengan Iwan yang sehari-hari pagi menunggu bantuan, setelah menerimanya mengaku lega dan berharap bantuan ini berlanjut, karena bagaimanapun bantuan langsung ini sangat berarti di saat harga barang-barang kebutuhan pokok sedang merokot naik.(vin)





