Kualitas Air di Bajarmasin Makin Buruk

Banjarmasin, KP – Secara umum kualitas pencemaran air sungai di Banjarmasin saat ini dalam keadaan buruk akibat sedimentasi dan penggundulan hutan di daerah hulu, selain itu masih banyaknya masyarakat yang membuang limbah ke sungai makin memperburuk kualitas air sungai sendiri.
Hal tersebut diungkapkan oleh Zulfikar Albar salah seorang peneliti lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di sela-sela melakukan ekspose peninjauan kembali rencana tata ruang wilayah Kota Banjarmasin, Selasa (24/11).

Menurutnya, memang berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di beberapa sungai yang ada di kota Banjarmasin sekarang ini menghasilkan data dimana kualitas pencemaran air sungai sekarang ini cukup tinggi.

Adapun penyebabnya, ujarnya, tidak lain adalah sedimentasi atau rusaknya daerah tangkapan hujan yang berada di daerah hulu sungai akibat penggundulan hutan yang terjadi.

Selain itu juga kandungan yang sangat tidak jelas mencemari sungai yaitu bakteri ecoli. Untuk kualitas air sungai di kota Banjarmasin yang telah memasuki kelas III satu kelas berada di bawah DKI Jakarta, maksudnya tingkat pencemaran air sungai cukup tinggia sehingga tidak layak untuk dikosumsi tanpa pengolahan lebih lanjut.

‘’Sehubungan kondisi kwalitas air dalam kondisi sudag tidak layak,  untuk itu diperlukan konsumsi jika tidak diolah lebih lanjut seperti dimasak,” ujarnya.
Namun hal tersebut tidak hanya terjadi di kota Banjarmasin, karena sekarang ini hampir di seluruh kota yang ada di Kalimantan Selatan, kwalitas air sudah terpangaruh karena pola pasang surut yang bermuara dari daerah hulu ke hilir ini.

Bahkan, ujarnya, bila daerah hulu sebagai daerah penyandang air hujan mengalami kerusakan lingkungan maka dampaknya bakal dirasakan oleh seluruh kota yang aliran sungainya bermuara dari daerah hulu tersebut.
Untuk itu supaya mengurangi dampak meningkatnya kerusakan kualitas air sungai tersebut langkah yang harus diambil Pemerintah Daerah yaitu melakukan perbaikan daerah tangkapan hujan yang berada di hulu sana dengan cara penanaman dan reboisasi hutan.

Masalahnya, jika kawasan tersebut tidak mengalami kerusakan maka kawasan lain yang dilalui aliran sungai dari hulu tersebut pencemarannya dapat ditekan.’’Tidak ada jalan lain kecuali melakukan perbaikan lingkungan khususnya hutan sebagai daerah resapan dan tangkapan air hujan di hulu, karena dari situlah asal muasal tercemarnya sungai di seluruh Kalimantan selatan,’’ ujarnya.(vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada November 29, 2009.

2 Tanggapan to “Kualitas Air di Bajarmasin Makin Buruk”

  1. Bahaya nih kalo didiamkan…
    Harus ada penanganan khusus…

  2. mabanyak kaporit hanyar bersih

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.