Pembangunan TPI Lokal Capai 70 Persen
Banjarmasin, KP – Usaha Pemko Banjarmasin yang akan membangun Tempat Pelelangan Ikan Lokal (TPIL) atau Pusat Pelabuhan Ikan Air Tawar yang bertepat di depan Kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan Jl RK Ilir yang batal terlaksana karena terganjal persoalan lahan.
Meskipun demikian, usahanya ini terus dilakukan dan hal ini dibukti dengan dilakukan pembangunan yang telah dilakukan dan hampir 70 persen pelaksanaan pembangunan hampir selesai proses rehab dan pembangunan tempat pelelangan ikan lokal di lokasi lama yakni di Jl Ilir Samping jembatan RK Ilir.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Drh H Priyo Eko kepada {[wartawan]}, di sela-sela mengikuti kegiatan hari Sumpah Pemda, di halaman Pemko Bajarmasin, Rabu (28/10) mengungkapkan, pembangunan tempat pelelangan ikan lokal di Jl RK Ilir tepatnya samping jembatan, sekarang mendekati selesai.
Sementara proses pembangunannya sendiri dilakukan dengan cara mengganti seluruh bangunan pelabuhan yang lama, dengan yang baru.“Untuk saat ini, pembangunan tempat pelelangan ikan lokal, telah mencapai 70 persen,” ujar Priyo.
Dijelaskan, tahapan pengerjaan yang saat ini masih tersisa ada bagian bak atau lantai, dan para pekerja masih terus melakukan menyelesaikan pengerjaan sehingga diharapkan pada akhir tahun 2009 bisa selesai dikerjakan.
Selain itu tambahnya, ujar Priya Eko, setelah seluruh proses pengerjaan selesai pada tahap pertama ini, maka pada tahun 2010 mendatang, pembangunan kembali dilanjutkan, agar bisa menampung para pedagang yang belum tertampung.
‘’Insya Allah nanti kita akan buatkan tempat khusus untuk pedagang, yang masih tidak berada di tempat yang kita bangun,” ucapnya.
Dipaparkannya, jumlah keseluruh pembangunan tersebut jumlah sana yang dipakai mencapai angka Rp1,7 miliar dengan menggunakan dana DAK dari Pemerintah Pusat dan ditambah shering sebesar Rp1,5 miliar lebih dari Pemerintah Kota Banjarmasin.
Sebelumnya, direncanakan sejak awal memang pembangunan Tempat Pelelangan Ikan Lokal (TPI) ini akan di pusatkan dikawasan Kecamatan Banjarmasin Selatan, hal itu dilakukan mengingat kondisi wilayah ini berada pada daerah pinggiran dan dianggap cukup strategis karena berada pada pinggiran sungai, dan merupakan pintu masuknya pengiriman ikan lokal, baik yang berasal dari HSS maupun daerah luar Kalsel, seperti Kaltim, dan Kalteng.(vin)
