Pemko Siap Bebaskan Pelebaran Jembatan Pangeran

Banjarmasin, KP – Upaya Pemerintah Provinsi Kalsel untuk melaksanakan pembangunan atau pelehapan pelebaran yang membutuhkan pelebaran Jembatan Pangeran dari S Parman menuju Kayu Tangi, pada umumnya Pemko siap mendukung dan siap melakukan pembebasan lahan.

‘’Pemko Banjarmasin siap untuk melakukan pembebasan lahan, karenanya pada kesempata ini kami tegaskan sebagai wujud bukti peran aktif untuk bisa menyediakan lahan, dengan cara melakukan pembebasan,’’ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarmasin Ir H Nurul Fajar Desira Ces kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, belum lama ini.

Didampingi  Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Banjarmasin H Gusti M Riduan. Fajar mengatakan  pihaknya siap untuk melakukan pembebasan lahan jika diminta untuk melaksanakannya.

Alasannya, menurut Fajar, selama ini dikawasan jembatan tersebut memang rawan terhadap potensi terjadinya kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh infrastruktur jembatan yang masih terlalu sempit.

‘’Pada prinsipnya kita siap untuk melakukan pembebasan lahan rencana pelebaran jembatan Sungai Pangeran jika diperlukan,” ujar Fajar.

Dikatakan, kewenangan untuk melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan tersebut, memang menjadi tanggung jawab pihak Pemko Banjarmasin, karena letaknya masih berada diwilayah Kota Banjarmasin.

Selain itu, keberadaan tersebut jika dilihat dari letaknya memang merupakan jembatan yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara dua ruas jalan yakni Jl S Parman dan Jl Hasan Basri (Kayu Tangi).

Jadi, katanya, jika  pada awalnya lahan pembangunan jembatan tersebut dulunya telah dilakukan pembebasan, namun belakangan ditumbuhi lagi oleh bangunan liar milik warga.

‘’Kalau tidak salah lahan itu sebetulnya sudah bebas, tapi kemudian ditumbuhi lagi oleh bangunan liar,” papar Fajar.

Khusus untuk jumlah bangunan yang telah dilakukan pembebasan tersebut pihaknya belum mengetahui secara jelas, termasuk bangunan yang saat ini kembali tumbuh. Sebab rencananya jembatan tersebut akan dibuat menjadi dua jembatan, atau jembatan kembar, demikian Fajar.(vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Agustus 30, 2009.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.