Masyarakat Tak Perlu Panik Sikapi Flu Babi
[] Jaga Stamina dan Biasanya Pola Hidup Bersih
Banjarmasin, KP – Menyusul upaya untuk menyikapi merambahnya kasus Flu Babi atau yang lebih kerennya dikenal virus H1N1, di Kota Banjarmasin, masyarakat diminta untuk tidak panic, tetapi meningkatkan stamina dengan menjaga kesehatan serta membiasakan pola hidup bersih, sebelum makan cuci tangan.
Alasannya, dibanding Flu Burung dan Flu lainnya, ternyata tingkat kematian yang disebabkan jenis penyakit influenza baru H1N1 ini, dari data yang ada ternyata sangat rendah yakni 0,4 persen atau dari seratus kasus tidak ada separohnya yang meninggal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dr Hj Rini Sjoekri didampingi Kabid Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL) Provinsi Kalsel Sukamto dalam jumpa pers kepada {[wartawan]}, Kamis (30/7) mengatakan, bahwa kekhawatiran yang ditimbulkan oleh merebaknya kasus flu H1N1 di Kota Banjarmasin, jangan sampai menimbulkan kepanikan yang berlebihan.
Jadi, ujarnya, meskipun penderita yang disebabkan penyakit ini tercatat sudah 5 orang di Kota Banjarmasin, namun dua orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin dan sebagian flu yang terjadi di masyarakat hendaknya tak menimbulkan kapanikan bagi warga masyarakat.
“Terus tentang kita sudah meminta kepada masyarakat untuk tidak panik yang berlebihan, dengan adanya kasus Flu HiNi ini karena virus tersebut hanya bisa bersarang ditubuh hanyalah sekitar 7 hari saja,” ujar Rini.
Dijelaskannya, penyakit Influenza baru ini disebabkan oleh virus H1N1 yang pola penyebarannya sama seperti flu biasa, atau cukup dengan berdekatan atau kontak bicara dengan penderita kurang dari jarak satu meter bisa saja menular, melalui percikan udara dan benda serta bersentuhan.
Untuklah, ujar, cara pencegahan pun supaya tak terkena Flu Babi ini, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, dengan lebih dahjulu mencuci tangan, dan menghindari kontak dengan para penderita flu.
“Sebaiknya untuk penderita flu kalau memang harus kontak dengan kita gunakan masker, dan jangan bersentuhan langsung, kalau batuh masih bisa hindari tetapi bila sudah terkena flu dengan lewat bersih berjuta-juta bakteri keluar melalui bersih tersebut ,” imbuhnya.
Sedangkan sistim tata cara perawatan bagi penderita Flu Babi atau Flu lainnya, jika hanya gejala flu ringan, sebaiknya tak perlu melakukan aktifitas dan dirawat dirumah, tersendiri, tidak melakukan kontak langsung dengan orang disekitarnya.
Selanjutnya bagi yang lebih utama adalah menjaga pola makan, perbanyak minum, tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi suplemen vitamin, serta gunakan masker, dan biasanya jika hal tersebut dilakukan, maka penderita dapat sembuh dengan sendirinya.
“Kalau masa Infeksius atau kemungkinan penularan oleh penderita kepada orang lain adalah satu hari sebelum sakit hingga lima hari masa sakit,” paparnya.
Selain itu Kabid P2PL Kalsel Sukamto menambahkan bahwa, untuk tempat awal ditemukan penderita kasus tersebut, saat ini telah dilakukan penyemprotan disinfektan sehingga telah steril dari kemungkinan virus.
“Penyakit influenza baru ini tidak mematikan, dan tidak menimbulkan kerusakan organ organ tubuh yang permanent,”demikian Sukamto yang mengaku pihaknya bersama aparat lainnya telah melakukan sterilisasi Rumah Makin Simpang Raya.(vin)






