Banjarmasin 50 Tahun Kedepan Terancam Tenggelam
[] Air Laut Ambang Barito Naik 0,8 Cm
Banjarmasin, KP – Banjarmasin yang merupakan ibukota propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), lima puluh tahun kedepan, terancam tenggelam jika perilaku masyarakat tak segera merubah pola hidupnya baik dalam membuang sampah, maupun pelaksaan pembangunan yang tak membatasi sistim pengurukan.
Idikasi ini juga didasarkan dengan hasil penelitian Hadi Fajar Reza dari Fakultas Teknik Fafar Reza kenaikan air laut ambang barito yang setiap tahun meningkat menjadi 0,8 cm, yang semula naik 15 Cm di bawah permukaan air laut, sekarang bertambah 16 cm sehingga kondisi ini harus dicegah pertambahan, kata Dekan Paska Sarjana Unlam Banjarmasin Dr Ir H Fahturazi Sadik saat menjadi tim pembahas peninjauan Kembali RTRW Kota Banjaramsin, di Aula Kayuh Baimbai Kota Banjarmasin, Kamis (28/5).
Pada forum pembahasan dialog RTRW Pemko Banjarmasin yang bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Perencaan Pengembangan Wilayah (P4W) LPPM – Institut Pertanian Bogor, Fahturazi mengatakan kerapnya Banjaramsin pada saat diguyur hujan lebat, yang bersamaan terjadi air pasang, berdampak bajir dimana-mana, kondisi ini sudah menunjukan Banjarmasin mulai rawan Banjir.
“Boleh jadi, kondisi ini jika tak segera diantisipai mulai sekarang dua-tiga hari ini hujan lebat turun, jika bersamaan air pasang banyak daerah akan tenggelam. Kondisi itu berdasarkan fenomena alam yang semakin tidak bersahabat,’’ucapnya yang sebelumnya juga ucapkan Dekan Fakultas Teknik Unlam Banjarmasin Dr Ir H Rusdi HA selaku tim pembahas.
Melalui kenyataan dan kondisi yang demikian, tentunya perlu segera melakukan penataan pembangunan dan membatasi sistim kegiatan pengurukan pembangunan di kota yang sudah tua ini. Karena jika dibiarkan bukan saja lima puluh tahun, tetapi belum sampai 50 tahun sudah mengkhawatirkan.
Oleh karena itu, ujarnya, sangatlah tepat jika sekarang mulai ditanamkan untuk focus dengan mengangkat peraturan pembangunan berbasis sungai. Karena Banjarmasin yang kotanya memiliki kemiripan dengan Amsterdam ini, perlu juga dilakukan pembangunan dengan kanal atau bendungan supaya bisa menekan air laut masuk ke kota Banjarmasin.
Pada kegiatan pembasahan, yang dipimpin Assiten II Drs H Bambang Budianto MSi, Kepala Bappeko Bajarmasin Drs H Supriyadie, Kepala Dinas PU Ir Fajar Desira, Kepala Dinas Sungai dan Drainse Mulyanta, Fahturazi mengatakan .
yang didampingi Dekan Fakultas Teknik Unlam Banjarmasin Dr Ir H Rusdi HA, dan Penyaji Tim dari IPB Bogor yang dipimpin Assiten II Drs H Bambang Budianto MSi, Ketua Bappeko Banjarmasin Drs H Supriyadi, Fahturazi Sadik juga mengatakan kondisi ancaman banjir di Banjarmasin dikuatkan oleh banyaknya illegal loging, illegal mining di hulu, sehingga jika menghadapi intensitas hujan sedang hingga
lebat bahkan sangat lebat tak diantisipasi mulai sekarang, dimungkinkan kota Banjarmasin mudah Banjir.
Ditambahkan dengan pengaruh globalisasi dan mencairnya gunung es itu terkena petir maka akan hancur dan bongkahannya jatuh sehingga hingga bisa menyebabkan hujan es bila udara di bawahnya juga dingin. Bongkahan es ini membawa tekanan angin ke bawah cukup tinggi (squall) dan akhirnya bisa mempengaruhi kondisi air luat.
Disisi lain Banjaramsin yang berada 16 cm dibawah permukaan air laut, kurang bisa memelihara.
Sementara Juru Bicara Tim dari IPB Dr Ir Setia Hadi mengatakan menilai dengan kondisi Banjarmasin yang kerap Banjir atau celap ini belum terlambat jika mulai sekarang akan dilakukan antisipasi atau pencegahan dengan memberikan payung hukum pada saat membangun diantaranya mengurangi pengurukan dan sebagainya.
Pejabat Sementara Kepala Dinas Drainase dan Sungai Kota Banjarmasin Ir Muryanta ST mengatakan dengan banyaknya persolan yang mengancam kota Banjarmasin, sudah saatnya Pemko harua megembalikan pelaksanaan pembangunan kota Banjarmasin berbasis Sungai.
‘’Saat ini ada 77 sungai yang masih hidup dan 30 sungai yang sudah mati sehingga kedepan akan dihidupkan supaya kota Banjarmasin benar-benar bisa mengembalikan kota yang berbasis sungai bukan hanya slogan tetapi kenyataan,’’demikian Muryanta.(vin)
Like this:
~ oleh Narti Kalimantan Post pada Mei 29, 2009.
Ditulis dalam pemko banjarmasin
Tag: 8 Persen, Air Luat Barito Naik 0
