PDAM Pastikan Layanan Air Bersih Kembali Lancar Banjarmasin
Banjarmasin, KP – Direktur Utama PDAM Bandarmasih Drs H Zaenal Arifin mengakui pemadamam listrik yang belakangan ini dilakukan PLN, memang sangat menganggu distribusi air bersih kepada pelanggan, meskipun genset di Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA) sudah dilakukan pemompaan. ‘’Gangguan distribusi yang sempat menganggu pelayanan air bersih ini dikarenakan, bersamaan terjadinya kerusakan Genset di IPA jalan A Yani,’’ucap Direktur Utama PDAM Bandarmasih Drs H Zaenal Arifin MSi kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, Senin (30/3). Didampingi Direktur Teknik Ir HM Muslih, Zaenal memaparkan memang gangguan air bersih yang terberat ini, para pelanggan yang tinggal di Banjarmasin Utara maupun Banjarmasin Barat terutama yang rumahnya paling ujung. ‘’Biasanya gangguan ini memakan waktu terutama di wilayah Sungai Andai, HKSN, maupun Trisakti serta Teluk Tiram,’’papar Zaenal. Namun dipastikan, Senin Sore, distribusi air bersih sudah kembali normal jika PLN tak ada pemadaman lagi. Karena, pada hari Minggu itu, hampir satu hari penuh listrik tak bisa melakukan pemompaan air bersih untuk di sebaian Banjarmasin Utara dan Barat. Kendati demikian, ujarnya, sekarang sudah normal kembali dan diharapkan seluruh masyarakat bisa memami. Karena produksi air bersih di PDAM Bandarmasih ini sampai sekarang tergangtung listrik. Bahkan pembayaran listrik setiap bulan PDAM juga mengelurakan dana Rp1 miliar, sehingga dengan kondisi inilah salah satu bukti, air yang diambil dari Sungai Martapura melewati Intake Sungai Tabuk dilakukan pengolahan dan pemompaan sampai kepada pelanggan ini juga mengeluarkan biaya yang cukup besar. {[Tingkatkan Layanan]} Pada bagian lain, Zaenal juga mengakui sampai sekarang ini PDAM Bandarmasih lima tahun mendatang, akan terus melakukan investasi yang total pembangunan sarana keseluruhan dalam peningkatan air bersih direncanakan memerlukan dana Rp244 Miliar. Untuk itulah, PDAM terus menggali dana melalui sharing baik Pemerintah Pusat, Propinsi, maupun Pemeritah kota. Jadi, lanjut Zaenal, meskipun PDAM tahun ini terbeban pembayaran hutang Rp44 dengan perincian Rp19 miliar lebih, yang harus dibayar bulan Maret dan Rp 25 miliar, cicilan terakhir IPA dan Boster ini diharapkan tak akan menganggu invetasi. Hal ini dibuktikan dengan terus melakukan pembangunan fasilitas air bersih untuk melayani semua penduduk perkotaan tersebut kini terus dilakukan, seperti pembangunan fasilitas sistem perpiaan ke daerah terisoler, penyelesaikan pembangunan reserpuar (penampungan air skala besar) di Kelurahan Basirih, serta pembangunan boster (mesin pepompa air) dan genset (pembakit listrik) di beberapa tempat. “Kita yakin, lima tahun mendatang semua penduduk kota Banjarmasin terlayani air bersih, bahkan mungkin akan mampu melayani ke penduduk kabupaten tetangga Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Bila itu benar-benar terwujud kemungkinan Banjarmasin kota pertama di tanah air yang mampu melayani 100 persen,” katanya. Malah, lanjutnya, bukan hanya mampu melayani semua penduduk diharapkan pula kualitas air kian baik disamping mampu melayani 24 jam walau dimusim kemarau. Ia juga menyebutkan sebelumnya perusahaan yang dipimpinnya itu sempat dinyatakan PDAM yang sakit, tetapi setelah adanya berbagai upaya pihak perusahaan dan bantuan pihak pemerintah dan masyarakat maka kini perusahaan sudah mendapatkan untung. Upaya yang dilakukan PDAM yaitu menyelesaikan pembangunan sistem perpipaan diameter 600 cm dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 1000 M3 ke arah Jalan Sultan Adam Banjarmasin Utara sepanjang 7,6 KM dengan dana sekitar Rp15 miliar.(vin)





