Sumber Air Bersih Keruh, PDAM Hentikan Produksi 10 Jam

Manager Produksi Goglas Sinaga saat menunjukan pengentian produksi air bersih

Manager Produksi Goglas Sinaga saat menunjukan pengentian produksi air bersih

inilah air yang keruh saat di IPA A Yani PDAM Bandarmasih

inilah air yang keruh saat di IPA A Yani PDAM Bandarmasih

Banjarmasin, KP – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin sempat menghentikan produksi air bersihnya selama lima jam lantaran, air Sungai Martapura sebagai air baku perusahaan tersebut, tingkat kekeruhannya sangat tinggi atau mencapai abang batas.
’’Sehubungan tingkat kekeruhan air yang bisa diolah menjadi air bersih itu maksimalnya hanya 500 NTU (Nephelometric Turbidity Unit)) namun secara mendadak tingkat kekeruhannya air Sungai Martapura mencapai 3000 NTU lebih, sehingga sangat menganggu produksi air bersih PDAM Bandarmasih,’’kata Manager Produksi PDAM Bandarmasih Goklas Sinaga kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, Senin (9/3).
Didampingi Manajer Pelanggan dan Kamunukasi Naning dan Humas PDAM Taufik, Goglas Sinaga memaparkan kejadian kekeruhan air Sungai Martapura itu sudah terlihat sejak hari Minggu (8/3) kemarin sekitar pukul 14:00 Wita, saat itu tingkat kekeruhan sudah 30 NTU.
Tetapi, setelah terus dipantau tingkat kekeruhan tersebut semakin bertambah pada sore hari sudah mencapai 1500 NTU, dan saat pukul 20.00 Wita malam hari, ternyata ternyata tingkat kekeruhan mencapai 3000 NTU lebih, katanya sambil menunjukan bahan air baku yang dikirim dari Sungai Tabuk yang dicampur dengan air dari irifasi Riam Kanan.
Dengan tingkat kekeruhan yang terus meningkat itu, akhirnya PDAM menghentikan produksi air bersih dengan bahan baku dari Sungai Tabuk tak mampu mengolah menjadi air bersih, karena bahan kimia pembersih air, serta fasilitas instalasi pengolahan air (IPA) tidak mampu mengolah air bersih dengan tingkat kekeruhan setinggi itu.
Selain tingkat kekeruhan yang tinggi, tingkat warna juga sangat tinggi, dimana sudah mencapai 5000 PTCO (Platinum Cobalt Secle), padahal ambang batas hanya 1500 PTCO, katanya.
Oleh karena itu, dengan terpaksa untuk sementara produksi air bersih PDAM dihentikan sementara seraya mencarikan solusi mencari air baku yang lebih baik, akhirnya pada pagi hari air baku dicarikan dari Irigasi Riam Kanan dengan kapasitas 500 liter perdetik.
Bila kemampuan hanya 500 liter perdetik, berarti produksi air bersih PDAM tinggal 30 persen saja lagi, karena di saat normal produksi air bersih 1500 liter per detik.
Akibat persoalan tersebut maka pelayanan air bersih sekarang ini hanya bisa melayani kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan, dan Banjarmasinm Tengah, Kota Banjarmasin. Sementara Banjarmasin Utara dan Barat terpaksa dihentikan.
Pelanggan air bersih PDAM sekarang ini tercatat sekitar 103 ribu sambungan atau sekitar 97 persen melayani warga Banjarmasin. Pihak PDAM berharap masyarakat mengerti dan memaklumi persoalan tersebut, dan PDAM akan mencarikan solusi lain agar kapasitas produksi bisa ditingkatkan dalam beberapa waktu kedepan, salah satunya akan mencapur air sungai Martapura yang keruh dengan air irigasi Riam Kanan
yang bersih.

Goklas Sinaga sendiri tidak mengerti mengapa tingkat kekeruhan air Sungai Martapura begitu mendadak, padahal instalasi pengambilan air baku PDAM berada di areal Sungai Tabuk dan Sungai Bilu di Sungai Martapura itu. ‘’Kalau kekeruhan itu gejala alam, biasa tidak semendadak itu, hanya beberapa jam dari 30 NTU menjadi di atas 3000 NTU, ini pasti ada yang kurang beres di hulu sungai,’’katanya.
Pada November 2008 lalu juga terjadi kekeruhan, tapi hanya sampai 1000 NTU, dan itupun terjadi secara pelan-pelan berhari-hari. Melihat kejadian itu maka, Goklas Sinaga hanya menduga terjadi pembuangan air limbah bekas pertambangan baru bara, di kawasaan lahan hulu Sungai Martapura, mengingat di wilayah hulu sungai belakangan ini kian marak pertambangan batubara oleh masyarakat yang tidak mereklamasi lahan dengan baik menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yang parah.
Lubang-lubang bekas galian mengandung air limbah yang begitu keruh, kemudian setelah hujan deras maka air limbah itu meluber dan jatuh ke sungai lalu mengalir ke hilir hingga ke Banjarmasin.
Dugaan lain, karena kejadian kekeruhan itu begitu cepat, kemungkinan ada kesengajaan dari pengelola tambang untuk membuang air limbah secepatnya ke sungai disaat hujan, agar air yang ada di lokasi pengelolaan air limbah bisa berganti menjadi air yang bersih sehingga seakan sudah diolah dengan baik, demikian Goglas Sinaga.(vin)

About these ads

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 9, 2009.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: