Serangan DB Makin Mengganas, Tiga Orang Meninggal

[] Rumah Sakit Penuh Negeri dan Swasta Penuh

Banjarmasin, KP – Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Banjarmasin yang meninggal dunia, selama Januari 2009, sebanyak tiga orang dan seorang diantaranya adalah penderita Bayi Dibawah Lima Tahun, sementara sejumlah rumah sakit baik negeri dan swasta rata-rata sudah penuh.
Jumlah tersebut cenderung meningkat dibanding tahun 2008, yang meninggal sampai akhir tahun hanya enam orang, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin dr Hj Rosaly Gunawan kepada {[wartawan}], Jumat (30/1).
Bahkan, dari data rumah sakit yang dihimpun {{KP}}, sejumlah rumah sakit baik negeri dan swata juga saat ini sudah banyak dipenuhi pasien akibat gigitan nyamuk {{aedes aeghypti}}, sehingga tercatat di rumah sakit Suaka Insan sebanyak 51 orang, rumah sakit Ulin Banjarmasin 79 orang, dan rumah sakit Ansya Shaleh sebanyak 22 orang.
Sementara itu Rosaly Gunawan mengatakan selain telah meninggal tiga orang, dua anak-anak dan seorang balita, juga jumlah penderita yang dinyatakan positip Deman Berdarah mencapai 18 orang.
‘’Kalau yang di rumah sakit ini pada umumnya mereka masih belum positip dan yang sudah jelas memang 18 orang dan sekarang masih dalam tahap penyembuhan,’’ucap Rosaly Gunawan lagi.
Ia juga mengatakan jumlah penderita Deman Berdarah tahun ini belum ada penurunan, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun 2008 saja sampai akhir tahun yang meninggal hanya enam orang dan 2007 jumlah penderitanya mencapai 173 atau dinyatakan Kejadian Luar Biasa.
Namun untuk tahun ini diharapkan jumlah penderita akan turun, meskipun musim hujan masih terus terjadi. Untuk itu diharapkan  partisipasi kegiatan pembrantasan sarang nyamuk atau PSM terus tetap dilaksanakan, maupun pemberian abate.
Ia memaparkan penderita DB pada umumnya diketemukan di daerah-daerah yang endemis diantaranya yang meliputi Kecamatan Banjarmasin Barat terutama di Kelurahan Pelambuhan dan Kecamatan Banjarmasin Tengah di Teluk Dalam.
Menurut dia, banyaknya kasus DBD di Banjarmasin Tengah diantaranya peyebabnya adalah kemarau basah yang sampai sekarang melanda hampir seluruh daerah di Kalsel kembali memicu penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Jadi, lanjutnya, meskipun di Banjarmasin belum masuk kejadian luar biasa tetapi perlu diwaspadi dengan  bertambahnya jumlah penderitanya meningkat cukup signifikan. Untuk itu, guna mencegah merebaknya penyakit tersebut, Rosaly menganjurkan masyarakat menggalakkan gerakan 3M (menguras, menimbun dan menutup) pada tempat-tempat yang memungkinkan berkembangnya jentik-jentik nyamuk yang dapat menyebarkan penyakit ini.
“Kami saat ini terus melakukan ’fogging’ (pengasapan) apabila di suatu kawasan terjadi kasus DBD, serta pemberian abate secara gratis kepada masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan saat ini persediaan abate di setiap puskesmas untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat mencukupi bahkan melimpah yang semianya sumber danannya dari APBD Kota dan sebagian ada partisipasi dari Pemerintah Propinsi.
Diakui tahun ini, siklus penyakit akibat nyamuk {{aedes aeghypti}} itu diprediksi semakin panjang. Jika umumnya, Mei sudah berhenti, dengan kondisi cuaca kemarau basah ini warga diimbau agar selalu waspada.
Ia juga mengatakan memang Banjarmasin menjadi satu kawasan rawan serangan DBD. Dibandingkan dengan daerah lain, daerah permukiman padat di kota Bajarmasin tersebut selalu mendapatkan serangan nyamuk aedes aegypti setiap tahun.(vin)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Januari 30, 2009.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.