Banjarmasin `Lampu Kuning’ Kota Terkotor
Banjarmasin, KP- Kota Banjarmasin kembali terancam mendapatkan predikat Kota Terkotor di Indonesia, mengingat hasil pemantauan pertama Adipura 2008-2009 hanya mendapatkan nilai 61,52.“Kalau mendapatkan penilaian seperti ini, maka Banjarmasin sudah `lampu kuning’ untuk kembali menjadi kota terkotor di Indonesia,’’ kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kalsel, H Rachmadi Kurdi pada Ekspose Pemantauan I Adipura 2008-2009, Kamis (29/1), di Banjarmasin.Apalagi jika dua kota yang mendapatkan predikat terkotor tahun lalu, yakni Samarinda dan Tanggerang melakukan pembenahan, maka peringkat Banjarmasin bisa melorot ke urutan terakhir.“Jadi jangan bermimpi dapat adipura, keluar dari predikat kota terkotor saja sudah merupakan prestasi luar biasa,’’ jelasnya, mengingat menaikan dua poin saja merupakan perjuangan berat.Bahkan Banjarmasin diharapkan aktif melakukan konsultasi, terutama untuk obyek penilaian yang masih rendah, sehingga bisa dibenahi untuk mendongkrak nilai agar tidak melorot menjadi kota terkotor.Menurut Rachmadi, hasil pemantauan tahap pertama ini bisa menjadi acuan untuk membenahi Banjarmasin, termasuk kota-kota lain di Kalsel pada pemantauan tahap kedua yang dijadualkan pada Maret 2009 ini.“Jadi masih ada waktu untuk membenahi agar bisa meraih Adipura, terutama Kota Banjarbaru yang menjadi unggulan dengan poin 70,25,’’ ujar Rachmadi.Rachmadi mengakui, kelemahan kota-kota di Kalsel terletak pada pengelolaan TPA, pasar, tidak bisa memanfaatkan drainase dan kurangnya penghijauan. “Kita harapkan kota di Kalsel bisa menjadi kota yang sehat, indah, dan nyaman, serta layak huni,’’ tambahnya.Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, H Rusmin Ardhaliwa mengatakan optimis bisa meningkatkan penilaian Banjarmasin pada pemantauan tahap dua pada Maret 2009 mendatang.“Karena kita sudah membenahi obyek penilaian Adipura, sehingga optimis bisa masuk peringkat lima besar untuk kota besar di Indonesia, dan tidak lagi menjadi kota terkotor di Indonesia,’’ katanya. Diantaranya, meningkatkan kebersihan, pengomposan, pengelolaan sampah, serta penghijauan dan peneduh. “Kita harapkan ini bisa mendongkrak nilai Banjarmasin, terutama penerapan sistem pengolahan sampah di perkantoran, sekolah, pasar maupun kawasan pemukiman,’’ tambah Rusmin.Selain itu, Banjarmasin kini menempati urutan ketujuh untuk penilaian Adipura, dan pembenahan yang dilakukan ini bisa meningkatkan poin menjadi 67, kendati penilaian Adipura ditingkatkan menjadi 73.Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kebersihan dan Taman Kota Banjarmasin, H Syaiddin Noor, mengingat pengelolaan sampah di TPA telah dibenahi, dengan pemilahan sampah organik dan anorganik. “Ini telah dijadikan kompos, dan pengelolaan sampah seperti ini memiliki poin yang tinggi,’’ ujarnya. (lyn)





